Thursday, October 6, 2016

Untuk Kamu: Yang Mereka Anggap 'Perempuan Kuat'

Di bawah ini merupakan salah satu karya (versi bahasa indonesia) dari blogger yang saya kagumi, Mba Hanny Kusumawati. Salah satu hal yang menyenangkan dari membaca tulisan seseorang adalah kamu bisa merasakan 'dunia' orang lain tanpa harus mengenalnya.

Kenapa saya suka karya beliau yang ini?

Hmm.. Membaca tulisan ini seperti melihat diri sendiri pada bidang kaca yang luas.

Menghangatkan hati.

Happy reading!

***

Mereka bilang, kamu perempuan kuat.

Karena kamu mandiri, dan terlihat begitu percaya diri melakukan segala sesuatu seorang diri. Karena kamu selalu terlihat baik-baik saja. Karena kamu biasa mengambil alih situasi ketika segala sesuatu bergerak di luar kendali, dan menjadikan segalanya tenang kembali. Karena kamu selalu nampak gigih berusaha mencarikan jalan keluar ketika yang lain berpangku tangan. Karena kamu seringkali menolak uluran tangan dan berkata, "Tak apa, saya bisa melakukannya sendiri." Karena kamu juga sepertinya bahagia dan penuh dalam duniamu sendiri, meski tanpa pasangan.

Mereka bilang, kamu perempuan kuat.

Kamu, yang menunda mengejar mimpimu sendiri untuk memastikan orang-orang di sekitarmu bisa menggapai mimpi mereka. Kamu, yang memastikan semua orang makan terlebih dahulu, lalu menyantap apa yang tersisa di atas meja. Kamu, yang selalu mempersilakan orang-orang riuh-rendah sebelum akhirnya mulai berbicara. Kamu, yang hanya akan menangis ketika tak ada orang yang melihat.
KAMU, YANG SELALU MENGALAH DALAM SEBUAH HUBUNGAN KARENA MEREKA BERKATA, "AKU TAHU, KAMU PEREMPUAN KUAT," --SEAKAN-AKAN MENJADI PEREMPUAN KUAT MEMBUATMU IMUN DARI PATAH HATI.
Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang berharap mereka tak melihatmu sebagai perempuan kuat. Kamu berharap bisa beristirahat, karena terkadang hidup terasa begitu melelahkan. Kamu terkadang membayangkan betapa senangnya menjadi pihak yang diperjuangkan, dan bukan menjadi seseorang yang terus-menerus berjuang. Bahwa orang lain akan memanggul beban hidupmu tanpa diminta, dan bukan sebaliknya.

Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang berharap dapat menitikkan air mata ketika sedih, meledak ketika marah, dan mencurahkan isi hati ketika gundah. Ada hari-hari ketika kamu merasa ingin menangis, lalu kau lupa bagaimana caranya--karena sudah begitu lama kamu memaksakan diri tersenyum ketika kamu merasa sedih.

Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang ingin berkata, "Aku menginginkan itu!" dan membiarkan orang lain mengalah untuk memberikan apa yang kamu inginkan. Kamu ingin bisa merajuk dan menjadi sedikit keras-kepala, agar orang lain menuruti kehendakmu, dan bukan sebaliknya.
SESEKALI, KAMU INGIN MENJADI PIHAK YANG MAMPU MENYERAH.
Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang ingin berkata bahwa kamu kesepian. Bahwa setelah menghadapi dunia yang penuh tantangan, kamu ingin pulang pada tangan-tangan yang akan memanjakanmu dengan pelukan. Kamu ingin sesekali dilindungi; berharap kamu juga bisa menjadi sosok rapuh yang akan dihujani perhatian dan kasih-sayang.

Ketika sebuah hubungan menjadi sulit, kamu ingin mendengar, "Aku harus tetap bersamanya, karena aku tak sanggup menyakitinya," dan bukan "Dia tentunya akan baik-baik saja tanpaku, dia perempuan kuat..."

Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, menyandang begitu banyak beban, begitu banyak mimpi, begitu banyak tanggung-jawab di bahumu. Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang berpikir, jika bukan kamu yang menjadi kuat--siapa lagi yang bisa menanggung semua ini?
TETAPI, KAMU, YANG MEREKA BILANG PEREMPUAN KUAT --YA, KAMU: KAMU JUGA LAYAK UNTUK BAHAGIA.
Kamu berhak mengambil istirahat sejenak, dan sesekali menjadi sedikit 'egois'. Untuk meminta apa yang kamu inginkan. Untuk berkata, "Bantu aku, aku tak bisa melakukannya sendirian." Untuk membiarkan air matamu jatuh tanpa perlu disaput senyuman. Untuk menjadi seseorang yang dipertahankan--dan bukan yang selalu dilepaskan.

Karena kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, sesungguhnya tak selalu sekuat yang mereka kira.

No comments:

Post a Comment