Friday, February 6, 2009

Kehilangan = mendapatkan

Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah juga?". Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya".

***

Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup, jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya. Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti
tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.

Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.

Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.
Gw lupa dari mana pertama kali gw mendapati kisah ini. Udah lama banget sepertinya.

Hmm.. Gw mungkin kehilangan banyak hal dalam hidup gw. Gw mungkin melewati banyak momen dalam hidup gw. Tapi gw mendapatkan banyak hal yang jauh lebih baik dari rasa kehilangan itu. Gw mendapatkan banyak hal yang jauh lebih indah dari kehilangan momen itu. Gw tau gw ga sendiri.

Makasi ya temans suda memberikan genggaman hangat dan pelukan mesra itu [nb: gw masi normal tauk :p].

11 comments:

  1. ih...inspiring bgt sih kamyu.....

    ReplyDelete
  2. yups...setunju banyet....
    jadi trenyuh gue...

    ReplyDelete
  3. wahh.. pagi2 dah disuguhin cerita bijak.. jadi semangat ngejalanin sepanjang hari ini..

    keep spirit achiee..

    ReplyDelete
  4. uaahh achi..kamu benar sekali..
    jadi malu..terkadang benda yg ga ada gunanya lagi suka gw simpen..haha..

    mmph..achi lagi berusaha melepaskan orang lain dan mendapatkan yg lebih baik lagi ya ?? boleh bgt chi..

    ReplyDelete
  5. Adek... I do proud of u... :)

    ReplyDelete
  6. @beyit poenya: wuiii.. Jadi ikutan semangat baca komenmu.. Semangaattt!

    @presyl: hihihi, gw suda mendapatkan gantinya syl :)

    ReplyDelete
  7. @anonim: hihi.. makasi buat genggaman hangatmu y mba e.. :*

    ReplyDelete
  8. Anytime adek... :)

    ReplyDelete
  9. yoi. emang betul. emang berat awalnya tapi pasti ada hikmahnya ^^

    ReplyDelete
  10. waah bagus nih cerita!
    tapi sulit banget ikhlasin apa yg ilang dari kta.. huooh.. pengalaman bgt nih *curcol*
    terima kasih untuk berbagi ceritanya mba achie :D

    ReplyDelete
  11. @roy: betul sekali dirimuu.. masi ada matahari stelah ujan :p

    @uci: sama2 uci, mungkin sulit tapi bisa dilakukan ko, g da yg ga mungkin.. Kalo dirimu mau, pasti ada jalannya.. Chaiyoo y ucii! :p

    ReplyDelete