Tuesday, August 26, 2008

Sebuah rasa

Aku selalu ingin melarikan diri ketika dihadapkan pada sebuah rasa kehilangan.

Sebut saja aku orang yang tidak peka atau tidak punya hati. Ketika seseorang dihadapkan pada rasa kehilangan, aku sangat ingin berlari. Tak ingin mengucap apa yang menjadi pertanyaan di hati atau berusaha untuk bisa merasakan kehilangannya. Aku hanya bisa terdiam.

Ketika semua orang merasa bahwa mereka bisa merasakan kehilangan itu, sebenarnya mereka tidak pernah benar-benar merasakan itu. Karena mereka tidak berada dalam kondisi yang sama.

Wajah sedih dan raut muka heran sama sekali tidak membantu dia untuk merelakan sebuah kehilangan. Kata-kata simpati dan penyemangat hanya mengingatkan dia bahwa dia telah kehilangan. Menjawab semua pertanyaan mereka hanya akan menimbulkan pertanyaan baru yang tidak akan pernah bisa terjawab.

Menjawab “gimana kejadiannya?”, atau “yang sabar ya”, atau “dia pasti udah tenang disana”, atau “maav, aku ga tau kalo..” seperti me-rewind memory yang tak ingin dia putar kembali. Adegan demi adegan terpapar dalam ingatan. Dan dia menangis kembali.

Sebut saja aku orang yang tidak peka atau tidak punya hati. Jika aku tak bisa berlari, maka aku akan diam. Hanya itu yang ingin kulakukan ketika rasa kehilangan menghampiri seseorang.

Aku selalu ingin melarikan diri ketika dihadapkan pada sebuah rasa kehilangan.

Menyadari bahwa aku telah kehilangan dia adalah sebuah mimpi buruk. Menyadari bahwa dia tidak akan pernah berada disampingku lagi adalah sebuah kejujuran yang sangat menyakitkan.

Tapi apakah aku punya pilihan lain selain menerima? Apakah aku punya kesempatan kedua untuk memperbaikinya?

Aku tidak punya pilihan lain selain menerima dan melanjutkan apa yang telah aku mulai. Dan aku juga tidak punya kesempatan kedua karena DIA tidak memberiku kesempatan itu. Adilkah ini? Tuhan selalu adil.

Kehilangan bukan sekedar membiarkan sebuah rasa hanyut terkikis waktu. Dia mungkin pergi. Dia mungkin hilang. Dia mungkin menguap. Tapi dia ada, mengendap dalam kenangan.

Aku selalu ingin melarikan diri ketika dihadapkan pada sebuah rasa kehilangan.
Aku memang telah kehilangan dia.
Tapi aku tau.
Cinta-Nya selalu menyelimutiku di tengah dekapan waktu.

Itu cukup bagiku.



***
Pa, miss u much
Ndut, I let u go like I let him go
Terima kasih karena kalian pernah ada dalam hidupku

36 comments:

  1. Fiuh mata gue jadi terbuka lebar nih..I'm So Sory to hear that

    ReplyDelete
  2. hmmm..kelihatannya ada yang lagi kehilangan atau patah hati yach... sabar ya mbakkk

    ReplyDelete
  3. i'm so sorry to hear that,
    yang sabar ya...
    kamu kan wanita perkasa
    semangaaaaaaaaat!!!

    ReplyDelete
  4. (ngikut yg di atas)i'm so sorry to hear that

    kalo kita kehilangan sesyatu atau seseorang, jadikanlah itu sebuah kenangan yang indah. sehingga kita pun dapat menerima sesuatu yg baru, yg akan menjadi kenangan baru.

    ReplyDelete
  5. hm..
    jd penasaran..
    maw nanya tapii
    abis baca postingan itu
    jd ga enak rasanya mo nanya
    tar kl ditanya jd keinget2 memori itu lagi..

    ReplyDelete
  6. i'm so sory to hear that..

    ...*diam*...

    ReplyDelete
  7. Jangan melarikan diri kemana-mana, Chie... Meski beliau udah nggak ada, tapi tugas kamu untuk meneruskan mimpinyaa...

    Kan kamu sendiri yg bilang, Cintanya akan terus menyelimutimu...
    dimanapun kapanpun, selalu jadi kebanggaan beliau. Oke...

    Yang sabar yaa...

    ReplyDelete
  8. apakah inti dari post ini? maaf, saya "kehilangan" daya analisis saya sebagai pembaca yang baik.

    ReplyDelete
  9. papaku jg pergi..
    5 years ago..
    terakhir ke pusara beliau jg 5 years ago..

    ReplyDelete
  10. wanita perkasa, tetep perkasa dunk~~ hehehe

    ReplyDelete
  11. kalo ngeliat aslinya ga nyangka lo postingannya kaya ginii .. auehuaa ..

    tapi .. lo ga keilangan gue karena gue baru jadian kan /?? auehauhea

    ReplyDelete
  12. kehilangan adalah konsekwensi logis dari memiliki.. itu pasti ada dan nyata... apapun itu... yang sabar ya.. tentunya ada hikmahh.. salam kenal.. kbetulan kita sama.. beberapa waktu yang lalu aku baru posting puisi untuk ayah yang tlah lama pergi.. tentunya pasti sangat rindu.. bagilah rasa itu.. banyak orang disekeliling yang peduli.... kita berhak sedih dan menangis.. akan tetapi kita juga punya hak untuk menyudahinya

    ReplyDelete
  13. been there.....I know how it feels....be strong ya....

    ReplyDelete
  14. sorry to hear that..
    tetap semangat yah... :)

    ReplyDelete
  15. sama kaya comment yg lain..i'm sorry to hear that..
    tapi bukan cuma kamu aja..gw juga gitu..mampir ya buat cari tau

    ReplyDelete
  16. TEGAR YA.....
    ANDA MEMANG WANITA SEPERKASA

    ReplyDelete
  17. ah, uci tau koo teh achie mah bisa nglewatin ini semua! kan wanita perkasa :)

    ReplyDelete
  18. nothing more than feeling..

    ReplyDelete
  19. sayangnya diriku saat ini sedang mati rasa chie...hu,..hu..hu

    ReplyDelete
  20. kehilangan insya Allah tidak akan menyakitkan bila kita ingat bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah. kamu ingat aj Insya Allah di akhirat akan bertemu kembali..

    baca juga http://ragwanpalace.blogspot.com/2008/09/ini-bukan-pilihan.html

    ReplyDelete
  21. knp lo?
    hahahahaha gw buru2 gini suruh baca beginian..tar ah yg konsen kapan ya gw bca lagi dah..hehhehe

    ReplyDelete
  22. kehilangan memang menyakitkan, obatnya ada dua : waktu dan keikhlasan.

    -Setiaji-
    www.kodokijo.net

    ReplyDelete
  23. turut bersedih...

    tapi sebagai wanita perkasa tentunya kau 'kan tegar menghadapinya.

    oya blog saya pindah nih. rumah baru di antownholic.com

    ReplyDelete
  24. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah acieeeeeeee gw bloman baca ini possssssssst mangaaaaaaap...
    lg nyolong2 inetan di lab.aslabnya lg gw pingsan gw keytekin....

    tar yak klo dah gag seboooooooook
    miss u

    ReplyDelete
  25. waduh ada apa ini ada apa ini
    ngok

    ReplyDelete
  26. uy link blog gw y!
    www.nisaitsme.blogspot.com

    ReplyDelete
  27. achie, keren sekali postingannya.. hiks hiks..

    i'm touched

    ReplyDelete
  28. keren uih tulisannya

    yuk comment post baru gw..

    ReplyDelete
  29. Asal tidak merasa kehilangan cinta-Nya dan cinta pada diri sendiri ya Chie ^^ Kehilangan cuman rasa, sama seperti sedih, cinta, bahagia...dan kita yakin Achie mampu melewati rasa dengan perkasa.

    Semangat Achie ^^

    ReplyDelete
  30. permisi...
    numpang lewat ya chie..
    mampir2 lg dunk k blog gw..
    ayo..buka lg laptop lo..kita jlajahi lg dunia intenet indonesia..!!!

    ReplyDelete
  31. semanggat,eh salah..
    semanggat !!!
    wanita perkasa harus kuat dan perkasa sa sa sa..

    salam kenal...
    eh, tukeran link yuuu..

    ReplyDelete
  32. Pas baca postingan loe yg ini, gak tau mo ngomong aja. Gw kasih peluk aja deh buat loe Chie, krn biasanya pelukan bs menguatkan :)

    ReplyDelete
  33. *edit* ;p

    Pas baca postingan loe yg ini, gak tau mo ngomong apa. Gw kasih peluk aja deh buat loe Chie, krn biasanya pelukan bs menguatkan :)

    ReplyDelete
  34. to all: makasi yaa yang sudah komen dipostingan yang ini.. makasi buat kekuatannya.. makasi buat pelukannya.. :)))

    ReplyDelete