Wednesday, June 4, 2008

Kasus: pencemaran gas beracun

Rabu pagi..

Tempat kejadian:
Rumah berlantai 2, berpager ijo, ada poon mangganya

Tersangka utama:
Wanita, berparas gembul, kurus, singset, sexy, kulit kuning pekat, muka bantal

Kasus:
Mencemari udara dgn mengeluarkan gas beracun dari lobang anus

Saksi mata:
Wanita paruh baya, memakai kaca mata, keriput2 ga jelas, berlipstik merah

Keterangan saksi mata:
"saya melihat dy terduduk d pojokan pada pagi itu pak. Mukanya terlihat pucat. Beberapa kali saya juga melihat dia mengelus-elus perutnya. Dia juga terlihat mondar-mandir seperti mencari sesuatu. Tapi saya tidak tau apa yg dia cari. Saya berjarak sekitar 1 meter dsebelahnya. Tak berapa lama, saya mencium bau busuk yg amat menyengat. Saya hampir saja mati karena kehabisan napas. Bau itu tidak hilang selama beberapa jam. Saya yakin dia yg mengeluarkan bau itu. Saya lihat lobang anusnya mengeluarkan asap. Saya kira itu gas beracun pak. Tolong pak. Bumi kita bisa tercemar. Saya yakin pelakunya dia. Karena setelah itu saya melihat dia masuk k dalam kamar mandi dengan menenteng sebuah buku. Pasti dia menimbun banyak gas beracun disana. Tolong kasus ini ditindak lanjuti pak. Saya tidak sudi hidup di dunia yg penuh dengan gas beracun. Tolong pak! Bela saya. Saya bicara yg sebenarnya."

No comments:

Post a Comment