Tuesday, December 30, 2008

My confession

Taun baru?
Makanan jenis apa itu?
[laper mode: on]

Taun 2008 akan segera berlalu.

Dan seperti biasanya..
Gw ga merasa besok adalah akir taun.
Buat gw besok hanyalah sebuah tanggal.

Sama seperti tanggal 31 lainnya.
Sebuah tanggal yang kebetulan jatuh pada hari rabu di bulan desember ini.
Sebuah tanggal yang akan membuka hari gw selanjutnya [jika Dia mengijinkan].

Ga banyak yang gw inget di taun 2008 ini.

Oke. Gw ngaku.

Ga banyak yang gw inget di taun 2008, 2007, 2006, 2005, dan taun seterusnya yang bederet di belakang. [kayanya besok besok gw harus banyak minum vitamin penambah daya inget deh]

Jadi, maklumin aja kalo gw ga akan ngereview apapun di akir taun ini.

Selamat taun baru hijriah.
Selamat taun baru masehi.


Selamat.
Semoga selamat sampai tujuan. ^^

Monday, December 29, 2008

Last nite's distraction

He asked me one question [again] last nite, "do u really not understand or u dont wanna understand?".

I'm understand.
Really understand.
But i decided not to be understand.
There's something in life that happend not to be understand huh?

Then he judged me, "u dont understand!".

Yeah.
I've been there.
And u dont know that.

Ga seperti kata pepatah,
"semut di seberang pulau keliatan, tapi gajah di pelupuk mata ga keliatan".

I see the elephant.
But i'd rather love to see the ant.
I've been decided.
And u'll do the same thing sooner.

Its only about time.

Believe it.

Friday, December 26, 2008

Hey u

He said, "bukan gw yang mo kawin ama dia nyeettt"

Gw cuma mo bilang:

Hey u, hati hati dengan apa yang lo ucapkan.

Gw inget tiap kata yang lo ucapkan ke gw beberapa bulan belakangan.

So, be aware, i'll be watching u!

Sunday, December 21, 2008

Untuk semua wanita di luar sana

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya, "Mengapa engkau menangis?".
"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti".

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?".
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?".

Tuhan berkata:

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan"

"Kau tahu, Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."


Tulisan di atas gw ambil dari sini. I don't have any words to say that i do i love her. I don't have any words to say, 'thanks God i were born as a female'. I'm not that typical girl who can tell anything straight to the person, coz i'm the introvert ones. I just wanna say, maybe she's not the perfect one, but she'll always be the best mom i've ever had. Thankfully, i still have her in my life. And hopefully, it will be forever.

Happy mom's day..

Wednesday, December 17, 2008

Arti kehidupan

Ku menempuh sedalam lautan
Ku mencari arti kehidupan
Mendaki gunung kekecewaan
Melelahkan

Kau menjelma seperti khayalan
Kau impian dalam kenyataan
Perjalanan yang penuh likunya
Kini t’lah tiba di sisimu selamanya

Engkau bukan yang pertama
Tapi pasti yang terakhir
Di cintamu kutemui arti hidupku

Tau lirik ini?

Ga tau kenapa, tiba tiba lirik lagu ini muter muter dalem kepala gw.

Gw pun mulai bersenandung dalam heningnya ruang. Ditemenin sama derasnya hujan hari ini.

i love this song. Akh, ada apa dengan gw??

Lagu ini pernah di populerin tahun 80-an oleh Mus Mujiono.


Setelah googling, gw baru tau ternyata lagu ini udah di aransemen ulang sama Balawan.


Balawan membuat musik ini terdengar lebih simple dengan bas, gitar, drum dan vocal.

Enjoy it.

Donlot disini ->> Balawan-Arti Kehidupan

Monday, December 15, 2008

Hubungan perhatian dengan persahabatan?

Pada suatu malam, hengpon gw berbunyi. Gw membaca sebuah nama yang tertera di layar hengpon. Temen SMP gw.

She called me and asked me one question yang ga bisa gw jawab. Bukan ga bisa sih, tapi I’m not in the good mood untuk menjawab itu. She asked me:

“Chie, menurut lo perhatian seorang sahabat itu seharusnya seperti apa c?”

Gw mikir bentar. Apa gw ga memberi perhatian sama temen-temen gw akir-akir ini? Apa gw masih asik dengan dunia gw sendiri akir-akir ini? Gw berusaha menebak kemana arah pembicaraan kita malem ini. But I have no answer karena gw lagi ga pengen mikirin hal-hal yang kaya gini. Kemudian gw menjawab pertanyaan dia dengan: “Boleh ga kalo gw ga jawab pertanyaan lo?”

Dan dia menghargai jawaban gw. Apakah dengan menghargai aja cukup bisa dibilang bahwa dia seorang sahabat?

Gw sering mendengar kata-kata ini,
kalo lo mau cari sahabat sejati, dia akan keliatan ketika lo bener-bener berada dalem posisi yang sulit.
Bukan! Bukan dikala lo ga bisa pup alias sembelit dia selalu ada disamping lo untuk memompa semangat. Bukan itu maksud gw. Tapi ketika lo bener-bener terpuruk, dia ada buat lo. Sahabat dikala senang? Banyaaakk!! Tapi sahabat dikala susah? Sulit ditemuin!!

Hal-hal yang kaya gini menurut gw sangat subjektif banget. Masalah komitmen, masalah relationship, masalah friendship. Ibarat gw melakukan penelitian, penelitian tentang persahabatan yang gw beri judul “Hubungan perhatian dengan tingkat persahabatan antara si A dan si B dilingkungan persahabatan", maka hasil penelitian ini ga bisa di generalisasikan.

Artinya, hasil penelitian ini ga berlaku untuk kebanyakan orang pada umumnya, kecuali hanya untuk si A dan B. Kenapa? Karena perhatian dan tingkat persahabatan merupakan dua variabel yang sulit untuk diukur. Kenapa sulit di ukur? Karena tiap orang pasti punya indikator tersendiri untuk mengukur itu.

Ribet yah? Gw buat simple.

Ada tipe orang yang ga suka kalo sahabatnya mau tau semua masalah dia, padahal mungkin sahabatnya hanya ingin membantu. Ada lagi tipe orang yang justru malah senang jika sahabatnya selalu mendampingi dia di tiap kesempatan. Ada juga tipe orang yang justru merasa risih jika diperhatikan sahabatnya.

Sesuatu yang berlebihan memang ga baek. Sesuatu yang kurang juga sepertinya ga enak. Perhatian yang cukup yang harusnya diberikan pada sahabatnya. Tapi seperti apa yang cukup itu? Ya balik lagi ke orang itu dan komitmen yang udah mereka buat.

Jadi gw ga bisa bilang kesemua orang, "biar persahabatan lo langgeng lo harus memberi dia perhatian 1200%". Melainkan gw harus tau dulu mereka sebagai individu itu seperti apa dan persahabatan yang mereka sedang jalani seperti apa. Begitulah kira kira intinya.

Eniwei, setelah ngomong muter-muter ga jelas ama temen gw, akirnya dia menemukan jawaban yang dia cari. Dia ngomong ke gw, “Tiap gw curhat ama lo, pasti gw selalu jawab sendiri. Lo ga pernah ngasih jawaban”.

Hehehe. Gw cuman bisa cengengesan nanggepin omongan dia. Sebenernya dia tau apa jawabannya, dia cuma butuh penguatan, butuh options untuk bisa memilih jawaban mana yang paling tepat.

Balik lagi ke sahabat. Jadi, sejauhmana seharusnya perhatian seorang sahabat?

Menurut gw sih, sejauh komitmen kalian sebagai seorang sahabat. Hahaha. Jawaban yang paling aman buat gw untuk saat ini. Buat gw yang lagi males mikir.

Sunday, December 14, 2008

I am listening to this..

When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

i love this song.. :)

Waktu yang tepat = Semester ini!

"Gw pengen cepet cepet lulus", celetuk si B, temen gw.

"Gw juga pengen lulus. Kita semua pengen lulus", gw berujar.

"Lulus tuh ga perlu tepat waktu!", potong si E, temen gw yang satu lagi.

"Tapi harus tepat pada waktunya", si E meneruskan kalimatnya.

Gw percaya ko, segala sesuatu akan indah tepat pada waktunya.

Tapi kapan waktu yang tepat? Bagaimana gw bisa tau itu waktu yang tepat buat gw?

Untuk hal ini, gw ga mau hanya menunggu. Menunggu waktu yang gw ga tau kapan akan tepat buat gw tanpa berbuat apapun.

Gw mau menjadikan waktu ini, tahun ini, bulan ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini jadi tepat buat gw.

Tuhan, bantu aku yah.

Terima kasih.

Saturday, December 13, 2008

Ganti kulit plus plus

Hihi. Skin baru. Akirnya, setelah sekian lama ingin ganti suasana. Kesampaian juga.

Gw sebenernya suka banget sama skin yang lama. Putih. Dan ada stroberinyah. Tapi lama lama gw jadi kepengen makan itu stroberi. Hehe.

Karena mau ganti tahun, gw juga pengen doong ganti kulit. Biar lebih semangat buat nulis. Mudah mudahan ga cuma niat yah.

Tapi masih ada yang kurang niyh. Link kawan kawan belum gw pindahin. Maaf ya kawan, linknya belom muncul di blog gw. Gw aga kesulitan memindahkan. Karena template yang lama berbasis HTML, sedangkan yang ini XML. Gw kurang mengerti yang gini ginian. Ada yang bisa bantu cara cepet mindahinnya ga? Gw bener bener ga ngerti deh.

***

Eyah, kemaren kemaren gw dapet award dari Jane, tapi baru gw pasang sekarang. Thanks a lot ya Jane buat awardnya. Senangnyah bisa mengunjungi blogmu dan berbagi cerita.



Gw harus nulis rulesnya niyh.
1. Put d’award logo on your blog
2. add the link of the person who gave you this award
3. Nominate another seven
4. Leave message to the nominees

Karena gw lagi seneng, siapa aja yang mampir di sini boleh ambil awardnya. Lagi baik niyh gw. Hihi.

Sok sok ambil sajah atuh.

***

Gw masih penasaran niyh, masa ga bisa sih mindahin gini doang. Mo ngutak ngatik dulu ah.



Ciao..

Thursday, December 11, 2008

Bermain bersama teman kecilku

"Kaka.. Kaka.. Aku mau belajar baca"
"Kaka.. Kaka.. Aku mau belajar kaya kemarin"
"Kakaaaa.. Ayo kita main!"
"Kaka bikinin aku titik titik kaya gini nanti aku terusin"

Anak anak itu menyodorkan buku tulisnya ke arah gw. Bukan hanya seorang anak, tapi empat atau lima anak secara bersamaan. Gw pun bingung harus mendahulukan yang mana.

Yang satu minta ditemani membuat huruf huruf. Yang satu minta belajar membaca. Yang satu minta belajar berhitung. Yang satu minta belajar menulis. Yang satu menarik narik tangan gw minta ditemani bermain. Satu anak belum selesai gw temani belajar, anak lain sudah menyodorkan bukunya.

Di pojok ruangan terlihat teman gw yang juga sedang melakukan hal yang sama seperti gw. Di depan gw terlihat seorang anak perempuan yang masih berseragam SMP sedang belajar membaca bersama adik adiknya yang lebih kecil dengan menggunakan papan tulis. Di sudut yang lain seorang anak laki laki seusia SMA sedang belajar bahasa inggris sambil bermain. Dan beberapa anak terlihat berlari berkejar kejaran di dalam ruangan. Semua anak terlihat sangat excited untuk belajar.

Sejenak gw merasa malu. Semangat mereka begitu menggebu untuk mendapatkan setitik ilmu. Lalu gw bertanya ke diri gw, kemana perginya semangat gw??

Itulah suasana di tempat gw berada kemarin sore.

Gw berada di Rumah Sahabat Anak, PUSPITA Children Crisis Center di Duren Sawit. Di mata gw mereka terlihat seperti anak biasa pada umumnya. Bukan seperti anak rentan atau anak jalanan yang gw biasa liat di jalan jalan. Mereka bersih dan rapi. Mereka juga sekolah walaupun ada beberapa anak yang putus sekolah. Mereka juga punya rumah, bukan sekedar rumah singgah, tetapi rumah tempat mereka tinggal bersama anak anak yang lain. Tanggung jawab terbentuk dengan sangat baik di rumah itu.

Ketika gw sedang menemani salah satu anak, tiba tiba saja seorang anak berjilbab merah memeluk gw dari belakang, ga lama kemudian seorang anak laki laki berbaju oranye memeluk gw dari depan. Gw hanya bisa terkaget kaget akan ulah mereka. Namun ga lama kemudian mereka sudah duduk manis di depan gw untuk bermain bersama.

Hmm, bermain bersama mereka sangat menyenangkan. Kepolosan mereka membuat gw lupa akan rutinitas gw. Lupa akan skripsi gw yang bikin otak mau meledak. Lupa kalo ternyata belum ada secuil makanan pun yang masuk ke tubuh gw sejak subuh. Mereka membawa gw ke dunianya dan lupa akan dunia gw.

Senangnya. Jam yang berputar dengan cepat pun memisahkan gw dengan mereka untuk sementara waktu.

Gw ingin suatu hari nanti gw bisa kembali ke sana. Menemani mereka bermain. Merasakan kecerian menjadi anak anak.

Senangnya menjadi anak anak. Tak perlu memikirkan semua hal, hanya bermain dan belajar. Gw ga perlu iri. Masa bayi-anak anak-remaja-dewasa-lalu menjadi tua merupakan fase perkembangan yang akan kita semua lalui. Semua ada waktunya. Tinggal bagaimana gw menggunakan waktu itu dengan baik.


Sampai berjumpa teman teman kecilku. ^_^

Monday, December 8, 2008

Simplessttt way to be happy

Apa yang membuatmu bahagia saat ini?

Kebahagiaan. Satu kata yang menurut gw sangat personal.

Tiap orang punya definisi yang berbeda tentang kebahagiaan. Tiap orang punya tolak ukur yang berbeda untuk menjadi bahagia.

Liat dari hal yang paling sederhana.

Si A bahagia karena bisa menonton film terbaru. Si B bahagia karena mencium wangi tubuh orang yang disayangi. Si C bahagia karena bisa makan enak. Si D bahagia karena memiliki kulit yang putih, bersih, dan halus. Si E bahagia karena mendengar kabar kelulusan.

Akan tetapi, itu semua hanya sementara. Ga bertahan lama. Kebahagiaan yang ditangkap dan dirasa oleh panca indera merupakan kebahagiaan yang semu.

Lalu adakah kebahagiaan yang lain?

Kebahagiaan seorang guru adalah apabila muridnya mengerti apa yang ia ajarkan.

Kebahagiaan seorang ibu adalah apabila anaknya terlahir tanpa cacat.

Kebahagian seorang pengemis adalah apabila ia bisa makan hari itu.

Kebahagian seorang gw adalah apabila gw masi bisa liat matahari besok pagi.

Sesederhana itu.

Tapi apakah kebahagiaan berhenti pada titik sederhana?

Seiring berjalannya waktu, indikator kebahagiaan itu pasti bertambah. Ingin menyangkal?

Sang guru akan lebih bahagia apabila muridnya jadi presiden kelak.

Sang ibu akan lebih bahagia apabila anaknya menjadi dokter kelak.

Sang pengemis akan lebih bahagia apabila ia bisa memenuhi kebutuhannya selama sebulan ke depan.

Dan gw akan lebih bahagia apabila gw bisa bekerja di dunia yang gw cita citakan.

Kebahagiaan sepertinya berteman dekat dengan kepuasan yah. Ketika gw merasa puas dengan sesuatu hal, bisa jadi itu juga yang menjadi titik kebahagiaan gw.

Tapi sampai titik mana gw harus berhenti untuk merasa puas hingga gw bisa ngerasain kebahagiaan yang hakiki?

Mungkinkah ada kebahagiaan yang hakiki di dunia?

Mungkin tidak.

Tapi gw bisa berbahagia dengan cara gw sendiri. Cara yang gw pake untuk meraih kebahagiaan gw yang lebih hakiki kelak. Cara yang kadang gw lupakan, tanpa bermaksud melupakan. Cara yang teramat sederhana.

Bersyukur.

Bahkan gw ga perlu uang banyak untuk membelinya. Ga perlu korban kambing, korban waktu apalagi korban perasaan.

Be thankful in every inch of my steps. Be thankful for the hardest and simplest things in my life.

As simple as that.

Apa kamu sudah menemukan cara untuk menjadi bahagia? Kita bisa menggunakan cara yang sama jika kamu mau. :)

Be happy, Kawan!

And if u feel happy today, let them feel ur happiness too.

Artinya, yang pada bikin sate kambing hari ini, kirim kirim ke rumah gw dong. Hehehe.

Happy Iedul Adha yaaa..


***

Kata kata bijak hari ini:
Don't look at back what was missing in your life, but look what still u have in your life, and u'll be happy. [me]

Ps:
Mom, Happy Belated Birthday yah.
I'm happy to have u as my supermom.

xxx

Saturday, December 6, 2008

Aku ingin kamu mengerti aku seperti aku mengerti dia

Ini seperti lingkaran yang ga da ujungnya. Kamu berlari mengejarku. Aku berlari mengejar dia. Dan dia berlari mengejar nya. Kita sama sama berlari untuk sesuatu yang ga pasti.

Aku ga akan memintamu berhenti berlari. Karena aku pun tak ingin seseorang menghentikanku. Aku ingin kamu mengerti. Bahwa jalan kita berbeda. Walaupun tujuan kita sama. Aku ingin kamu mengerti. Bahwa rumah kita berbeda arah. Walaupun kita sesekali bertemu di tengah jalan. Aku ingin kamu mengerti. Seperti aku mengerti dia.

Aku mengerti. Kamu ingin aku mengerti. Seperti aku ingin dia mengerti. Aku mengerti. Kamu ga akan berhenti berlari. Seperti aku yang juga ga akan berhenti berlari. Aku mengerti kita sama sama sudah jauh berlari.

Jika kamu mau, kita bisa membuat perjanjian.

Aku mau menunjukkan arah pulang jika kamu tersesat. Tapi jangan paksa aku untuk menggenggam jemari tanganmu sampai tujuan. Seperti aku yang tak pernah memaksa dia untuk menggenggam jemari tanganku.

Aku mau menemanimu berlari. Tapi jangan paksa aku untuk singgah ke rumahmu. Seperti aku yang tak pernah memaksa dia untuk singgah ke rumahku.

Aku mau memapahmu jika kamu jatuh dan terluka. Tapi jangan paksa aku untuk membersihkan lukamu. Seperti aku yang tak pernah memaksa dia untuk membersihkan lukaku.

Setuju?

Aku ingin kamu mengerti aku. Seperti aku mengerti dia.

Suatu hari nanti, mungkin kita akan menuju rumah yang sama. Duduk di meja yang sama. Kamu denganku. Aku dengan dia. Dia dengan nya. Atau bahkan kita sama sekali tidak akan pernah bertemu.

Kita tidak akan pernah tau.

Yang aku tau, aku belum ingin berhenti berlari.

Mengerti?

Thursday, December 4, 2008

Unexpected love

We'll never be anything than friend.

Gw menyadari itu.

Apakah dia juga menyadarinya?

Ketika dalam sebuah hubungan pertemanan muncul sebuah harapan.

Salahkah?

Some things in life just plain simple and easy, not love though.

Monday, December 1, 2008

Pelangi setelah hujan

"Sabar chie. Sabar."

Kata itu yang terus menerus gw sebut dalem hati sepanjang perjalanan pulang hari ini. Mau menghela napas sepanjang jalan juga percuma. Uda kejadian juga. Ini bukan pertama kalinya gw cuma menyapa beliau 5 menit lalu pulang tanpa hasil. Bukan salah beliau juga sih. Emang gw yang butuh, jadi bener bener harus lebih mengerti. Tapi pernahkah beliau jadi mahasiswi? Mengerti sedikit aja bisa kan? Mahasiswi tercintamu ini sedang membutuhkanmu wahai mamiku.

Jangan maki maki ya chie. Jangan. Gaaa. Gw doain biar beliau cepet dapet jodoh. Amien.

Hmm..

Kalo lagi kaya gini gw cuma berharap hujan turun seharian, ampe besok besok kalo perlu. Tapi ga pake banjir yah.

Dan baruuuu aja gw maen ujan ujanan.

Hujan turun dengan derasnya siang ini. Gw menengadah ke atas dan melihat awan sudah hitam. Ga lama, ujan netes netes di kepala gw. Dan gw dengan bangganya ga bawa teknologi canggih bernama 'payung'itu.

Gw jalan pelan pelan, sambil liat liat ke atas langit, make sure apa hujannya beneran deres ato ga. Ternyata deras. Senang. Bisa maen ujan ujanan. Rada pusing dikit c. Tapi tak mengapa.

Entah mengapa hujan selalu membuat gw tenang. Liat rintik rintik airnya memberikan kenyamanan tersendiri buat gw. Menulis ditemenin hujan kaya gini, rasanya jadi ga pengen berhenti. Ga pengen berhenti berharap. Berharap ada pelangi setelah hujan.

Tiba tiba bau hujan tercium oleh hidung gw. Menurut mbah wiki bau hujan tersebut bersumber dari petrichor, yaitu minyak yang diproduksi oleh tumbuhan. Minyak ini yang kemudian diserap oleh batuan dan tanah, lalu dilepas ke udara pada saat hujan. Loves it.

Coba ada back soundnya. Lebih mantab sepertinya.

***

Eya, sabtu kemarin [29/11] gw liat pelangi. Pelangi setelah hujan.






Pelangi di Ancol. Hahaha. Iyah. Sabtu kemaren gw ke Pantai Karnaval, Ancol. Ngapain? Menemani dia, and get another distractions in my life.

Merasakan hujan yang jatuh di ubun ubun. Melihat awan hitam. Mendengar debur ombak. Mencium bau laut. Lalu melihat matahari menghilang di balik awan.





Bonusnya, melihat pelangi di antara awan yang ke abu abuan.

Loves it.

Gw selalu berharap, masih ada pelangi walaupun setelah badai..

Tuesday, November 25, 2008

Menulis sambil mengingat.. ;p

Siapa suka menulis??

Tunjuk tangan!!!!

Okeh. Jangan tinggi tinggi. Nanti gw dehidrasi. Sekarang boleh turunin tangannya.

Mau ngapain c chie nanya nanya kaya gitu?

Mau tau jawabannya? Saksikan gw terus di SINI, hihihihi. Promosi di blog sendiri. Gapapa. Ga bayar ini. :p

***

Gw lagi keabisan kata kata. Semua terkuras pada tugas akhir itu. Begadang ampe pagi menjadi hal yang amat sangat biasa buat gw. Ini bukan keluhan. I do i really love doing my skripsi. Dari mulai gw merasa salah ambil judul, sampai sekarang gw merasa sangat sayang dengan skripsi gw. Gw sangat ingin menyelesaikan skripsi ini. Bukan hanya dalam waktu yang cepat tapi juga dengan hasil yang memuaskan.

Tapi gw punya penyakit yang ga bisa ubah. Honestly, bukan ga bisa sih, tapi ga mau gw ubah. Gw senang bekerja dalam tekanan. Maksud gw, bukan sambil di teken teken gitu gw nya. Tapi gw senang bekerja menjelang deadline. Otak gw bekerja dengan cepat dan lancar ketika sedang berada dalam tekanan. Kebiasaan yang ga bagus. Gimana yah cara ngilangin kebiasaan itu?

MENGINGAT TUJUAN AWAL.

Itukah yang harus gw lakukan??

Tapi, waktu terus berjalan. Batas waktu hampir habis. Ga da waktu untuk mengingat.

Terus berjalan Chie, jangan berhenti atau menoleh ke belakang. Di depan sudah ada yang menantimu.

Apaan??


ps:
Kawan, jangan menyerah yah!
Sedikit lagi!
SEMANGADDDDDDD!!!!!

Saturday, November 15, 2008

Diam [tanda seru]

Hanya ingin..

Diam [titik]

Aku tau DIA tidak tidur!
Aku tau DIA mengawasi gerak gerikku!

Dan DIA tau apa yang paling aku butuhkan saat ini..

Diam [titik]

Thursday, November 6, 2008

Lagi sibuk ga?

Seberapa sering lo mengaku sibuk??

Dulu.. gw pernah beberapa kali mengaku sibuk. Sibuk memang karena gw harus melakukan sesuatu yang menghabiskan banyak waktu. Atau mengaku sibuk hanya untuk menghindari sesuatu yang ga pengen gw temui atau ga pengen gw lakukan. Tapi setelah membaca INI, gw mulai berhati hati untuk mengaku sibuk sama seseorang.

Setiap orang punya kegiatan yang berbeda. Gw mengerti itu. Ada yang menghabiskan waktunya hanya dengan sekolah atau kuliah. Ada juga yang sambil bekerja, berorganisasi, atau sekedar melakukan hobi.

Gw memang belum bekerja. Gw juga tidak sedang mengikuti organisasi tertentu. Paling gw hanya melakukan hobi gw disela sela waktu yang gw punya. Walopun begitu, gw pernah berada dalam posisi 24-jam-sepertinya-kurang. Gw pernah berada dalam posisi gw-ga-punya-waktu-buat-lo [baca: temen gw, sahabat gw].

Tapi pernah ga lo mikirin perasaan temen lo, waktu mereka minta lo angkat telepon hanya untuk sekedar berbagi cerita, dan lo dengan mudahnya mengaku sibuk? Mengaku tidak punya waktu untuk dia. Mengaku tidak tau kapan akan sempat bertemu dengannya.

Sedih. Kecewa. Iyah. Itu yang gw rasain. Mungkin gw egois. Mungkin gw ga sensitif. Mungkin gw ga mau mengerti. Sebutlah apapun yang lo mau katakan tentang gw.

Mungkin diluar gw terlihat biasa. Gw dengan gampangnya pun berkata, "oo.. Ga bisa? Yaudah.. Gapapa". Hal yang biasa bukan dalam kehidupan perkotaan jika seseorang mengaku sibuk. Tapi disisi lain, ini membuat gw sedih.

Ketika pada suatu hari gw menelepon temen temen gw dan ga da satupun dari mereka yang angkat telepon gw. Ketika gw sms mereka dan mereka hanya bilang, "maaf ci, gw ga bisa, gw lg banyak kerjaan". Ketika gw sapa dan mereka hanya bilang, "eh gw musti buru buru balik k kantor niy". Ketika gw YM-an dengan mereka dan mereka hanya bilang, "gw ga tau kapan sempet ketemu lo, ini aja kerjaan gw masih numpuk".

Mungkin hanya gw yang ga punya kerjaan. Mungkin hanya gw yang punya banyak waktu. Mungkin mereka harus jadi pengangguran dulu biar gw bisa ketemu mereka. Mungkin kalau gw berada di posisi mereka pun gw akan melakukan hal yang sama. Secara tidak sadar. Gw harus mencoba mengerti, walopun gw ga mau mengerti. Gw harus tetep berpikir positif, biar gw ga cepet tua. Hahaha.

Tapi apa iya sebegitu sibuknya?

Humm.. Sulit diterima oleh akal gw kalo mereka segitu-sibuknya-ampe-ga-punya-waktu.

Apa c yang kalian cari?

Harta?
Tahta?
Kepuasan?
Kesempatan?

Mungkin ini bagian dari pemenuhan tanggung jawab mereka sebagai pekerja. Yaya. Lagi lagi gw mencoba mengerti itu. Kesempatan memang harus dicari. Tidak datang begitu saja. Begitu juga dengan waktu. Waktu harus dibagi. Bukan dibiarkan berjalan sendiri. Biar kita, dan gw khususnya, ga gampang mengaku sibuk.

Humm.. Mungkin gw ga bisa bertemu kalian hari ini. Tapi besok bisa yaa?? Semoga gw masih punya kesempatan dan masih punya banyak waktu untuk kalian..

Sampai bertemu.. :))

Thursday, October 30, 2008

Perjalanan waktu

Waktu..

Aku hanya terpekur mendengar kata itu terus terngiang ngiang di dalam kepala.

Apa yg salah dengan waktu?

Tidak ada. Waktu hanya melakukan tugasnya dengan baik. Menyapu semua kenangan. Membawa serta dendam yg tak kunjung padam.

Sebegitu hebatnya kah waktu?

Tidak juga. Waktu kadang bisa menjadi bumerang bagi dia. Dia yang tak bisa menggunakan waktu dengan baik.

Lalu siapakah dia?

Banyak manusia mengatasnamakan waktu. Waktu yg akan menghilangkan sedihnya. Waktu yg akan melupakan dirinya. Waktu yg akan menyembuhkan lukanya. Waktu yg akan menjawab semua persoalan manusia.

Apakah waktu tidak merasa lelah?

Tentu. Waktu juga punya batas. Waktu punya limit. Waktu punya amarah.

Lalu?

Waktu tak bisa berjalan sendirian. Waktu begitu rapuh. Waktu butuh penopang.

Siapa?

Kamu!

Kenapa aku?

Karena kamu waktu bisa bertahan. Karena kamu waktu bisa berjalan. Karena kamu waktu sanggup menahan.

Apa yg harus aku lakukan bersama waktu?

Beri waktu harapan. Beri waktu kesempatan. Beri waktu ketulusan. Beri waktu pengorbanan. Berjalanlah bersamanya.

Waktu butuh kamu!

Aku?

Iya..

Waktu butuh kamu..

Berjalanlah beriringan bersamanya

Temani waktu..

Wednesday, October 29, 2008

will u marry me??

Hari minggu kemarin saya menghadiri pernikahan teman. Teman seperjuangan di kampus. Teman satu jurusan. Teman satu angkatan. Teman kedua yang menikah di angkatan saya.

Perjalanan menuju tempat diadakannya resepsi merupakan perjalanan terlama dari record saya menghadiri beberapa resepsi pernikahan. Baru kali ini saya berangkat pukul 9 pagi dan sampai rumah pukul 8 malam.

Iyah, memang saya mampir dulu sepulang resepsi. Tapi tetap saja, kalopun tidak pakai mampir, saya akan sampai dirumah pukul 4 sore. Tetap record terlama untuk menghadiri sebuah resepsi pernikahan.

Kenapa lama? Mungkin karena tempatnya pun cukup jauh dari rumah saya. Rumah saya yang berada diperbatasan bekasi harus berganti mobil sebanyak 3 kali untuk mencapai tempat resepsi.

***

Sampai di dalam gedung, saya melihat teman saya dan suaminya bersanding dengan mesra. Membuat iri yang melihatnya. Dia terlihat begitu cantik dengan kebaya kuning keemasan. What a beautiful life. Apalagi yang dicari? Kuliah sudah. Pekerjaan punya. Dan sekarang dilengkapi dengan keluarga kecil nan bahagia. Lengkap sudah. Begitu mungkin pikir semua orang yang melihat.

Menikah. Semua orang pasti ingin menikah. Saya baru menyadari makna sebuah pernikahan. Menikah tidak hanya atas dasar cinta kepada manusia dan nafsu belaka. Seperti yang diutarakan teman saya kepada kami, teman-temannya.

Menikah itu bukan tujuan. Tapi pilihan. Jika saya memilih menikah sebagai akhir dari tujuan hidup, maka apa arti hidup? Justru menikah adalah awal dari kehidupan saya nantinya. Menikah merupakan jembatan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu untuk mencapai ridha-Nya, untuk membangun keluarga kecil yang akan meneruskan kehidupan ini kedepannya.

Menikah suatu pilihan yang tidak mudah. Bayangkan. Saya harus hidup bersama orang yang sama untuk seumur hidup. Bergumul dengan orang yang sama. Memecahkan masalah dengan orang yang sama. Bertemu dengan orang yang sama. Bercerita dengan orang yang sama. Bertengkar dengan orang yang sama. Begitu terus bertahun-tahun. Sampai saya menutup mata. Betapa membosankan. Tidak hanya itu, saya juga harus menyesuaikan diri dengan keluarganya, yang sudah pasti berbeda pola pengasuhannya dengan keluarga saya.

Saya selalu penasaran, dan selalu menanyakan hal yang sama ke setiap orang yang baru saja menikah.

”Apa yang membuat kamu yakin untuk menikah dengan dia?”
”Saya ga tau apa yang membuat saya yakin. Tapi saya tahu, Tuhan sudah menciptakan dia untuk saya. Nanti kamu akan mengalaminya”, begitu selalu jawaban yang saya dapatkan.

Usia bukan jaminan. Lama berpacaran juga bukan jaminan. Dan tahukah kamu? Teman saya ini menikah dengan pacar pertamanya waktu duduk di bangku sekolah. Pepatah ’kalau jodoh ga kemana’ sepertinya pantas disandingkan dengan teman saya ini.

Hmm.. Melihat teman saya yang duduk di pelaminan, kembali menyadarkan saya dari lamunan. Saya harus segera menghampirinya karena perut saya sudah keroncongan. Hahaha. Semoga cinta-Nya selalu menyelimuti keluargamu, teman.

***

Indahnya sebuah pernikahan. Semua orang datang untuk memberikan sebuah doa. Bahkan orang yang paling jarang ditemui pun muncul di acara itu. Hanya ada dua moment dimana orang-orang terkasih [yang bahkan tidak pernah muncul] berkumpul, yaitu saat pernikahan dan kematian.

Huff.. Sejauh ini saya selalu merasa umur saya masih 17 tahun. Saya masih punya banyak mimpi, banyak harapan yang belum terwujud. Namun ketika saya berkaca hari itu, saya baru menyadari kalau saya sudah beranjak tua. Iyah, tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan.

Saya bukan anak kecil lagi yang bisa pipis di sembarang tempat. Saya bukan anak kecil lagi yang harus merengek agar permintaannya di turuti [walaupun kadang saya masih melakukan itu]. Saya bukan anak kecil lagi yang harus di gebuk pakai sapu agar mau melaksanakan kewajiban.

Saya ingin menikah, tapi nanti, ketika impian saya sudah tercapai. Ataukah ada yang ingin berjalan beriringan bersama saya? Menemani saya menggapai mimpi. Hehehe.



Pertanyaan hari ini:
Mana yang kamu pilih, menikah dengan someone who i can live with atau dengan someone who i can’t live without??? Kenapa???

Tuesday, October 21, 2008

Maaf

Azalea
Pagi ini aku tiba-tiba terbangun dari tidurku. Entah karena udara pagi yang dingin atau karena gelisah yang kurasakan sejak setahun belakangan yang membuatku terbangun. Aku menggeliat sedikit lalu melihat jam di HP ku. Masih pukul 6.30. Aku segera turun dari tempat tidur dan terduduk sebentar dilantai. Setelah itu, aku berdiri menuju jendela kamarku. Kulihat diluar sana rintik hujan mulai membasahi bumi. Tumben, pikirku. Setelah sekian lama kotaku tak pernah diguyur hujan. Kali ini, jakarta seakan menangis.

Kubuka pintu dalam kamarku yang menuju teras. Tak seperti biasanya, sebelumnya aku tak pernah ingin berada disini. Tapi entah mengapa hari ini aku ingin sekali menikmati hujan disini, diteras ini. Aku duduk, lalu terdiam. Mataku tak ubahnya bagai mata kucing dikegelapan malam yang terus mengawasi seakan melihat musuh dikejauhan. Satu persatu ku amati rintik-rintik hujan yang jatuh didahan pohon. Aku sangat suka suasana pagi ini. Pohon-pohon bergelayut manja disiram hujan. Jalanan juga terlihat hitam pekat. Bau tanah basah sangat menusuk hidung. Lalu aku bertanya pada diriku, kemana saja aku ketika rintik hujan jatuh waktu itu?

Waktu itu aku masih terlalu lemah untuk mencium bau tanah basah ini. Waktu itu aku lebih suka bermain bersama mereka daripada terdiam melihat hujan. Waktu itu yang ku tahu aku hanya ingin berlari tanpa menoleh kebelakang. Dan lalu aku menyadari, aku tak bisa terus berlari.

Abimanyu
Tiba-tiba aku terbangun. Samar kudengar rintik hujan diluar sana. Entah kenapa aku bermimpi lagi tentangnya. Ini bukan yang pertama. Dalam mimpiku, aku berada dalam hujan dan memegang erat tangannya. Mungkin ini hanya bunga mimpi. Mimpi yang terus menerus datang, mungkinkah?? Aku tak bisa terus berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja. Aku tau aku telah menyakitinya. Menyakiti wanita yang dulu pernah sangat aku sayangi. Wanita yang dulu pernah aku jaga, walaupun aku tak menjaganya dengan baik hingga dia pergi.

Mataku menerawang ke langit-langit kamar. Aku teringat dirinya. Apakah dia baik-baik saja setelah kejadian waktu itu. Apakah dia masih ingat padaku. Apakah dia membenciku. Terakhir aku menghubunginya, dia masih sama seperti dulu. Masih bisa tertawa lepas mendengar jokes ku yang tidak lucu. Itu salah satu yang membuat aku tidak ingin melepaskannya. Namun sudah dua bulan terakhir ini tak ada kabar darinya. Dia tidak menghubungiku dan aku juga tidak berusaha untuk menghubunginya. Dan dia terus hadir dalam mimpiku.

Azalea
Aku sudah lebih baik sekarang. Kurasa. Awan memang tak pernah sehitam ini. Namun aku harus terus melanjutkan hidupku. Aku tidak akan selamanya berlari bukan. Ada saatnya dimana aku harus menoleh sebentar kebelakang untuk mengetahui sudah seberapa jauh aku berlari. Ternyata sudah teramat jauh.

Kenangan itu memang sudah lewat, namun masih terasa nyeri disini. Aku tau itu bukan sepenuhnya salahnya. Ada andilku di dalamnya. Tapi bukan itu yang membuatku berlari. Bukan. Saat aku baru merangkak, dia sudah berdiri. Dia masih sama seperti dulu. Begitu rapuh hingga perlu penopang. Secepat itu dia menggantikanku.

Abimanyu
Aku memang sudah menemukan penggantinya. Wanita yang akan menjagaku selamanya. Semoga. Tapi wanita itu tidak akan pernah menggantikan tempatnya dihatiku. Tidak akan pernah. Dia tidak akan pernah tau itu. Betapa sebenarnya dia yang aku butuhkan, bukan wanita itu. Betapa aku sangat ingin mengulang hari-hari indah itu bersamanya. Betapa aku sangat merindukan tawanya. Betapa aku sangat ingin dia berada di sampingku, sekarang. Tapi tak mungkin!! Aku tak mungkin mengulang kesalahan yang sama. Saat ini yang kubutuhkan hanya seuntai kata maaf darinya. Maaf yang benar-benar tulus. Mungkin hanya itu yang bisa membuatku bisa terus melanjutkan hidupku. Tapi mungkinkah dia masih mau memberikan maaf itu? Sementara aku hanya terdiam disini. Dikamar ini.

Azalea
Aku sudah memaafkannya. Sungguh. Walaupun terkadang aku ragu, apa benar aku sudah memaafkannya. Aku tidak pernah marah padanya. Aku tidak ingin membencinya. Aku ingin dia menjadi sahabatku, tapi aku tidak bisa!!

Aku sudah mencoba berdamai dengan kenangan itu. Mencoba memaafkan diriku. Mencoba memaafkan dirinya. Mencoba menengok ke belakang sebentar untuk melihat apakah aku sudah siap untuk melanjutkan hidupku lagi.

Kini aku siap. Aku sudah memaafkan mu Bima. Kini maaf sudah kuberikan. Tulus dari dasar hatiku. Walaupun dia tidak akan pernah tau, karena dia terlalu egois untuk meminta padaku. Kini aku akan melanjutkan perjalananku. Mungkin tidak dengan berlari. Karena aku sudah lelah. Mungkin aku akan berjalan pelan sambil menikmati pemandangan disekelilingku.

Aku harap kau bahagia dengannya. Aku tahu kau akan selalu berusaha membuatnya tersenyum. Aku tahu kau sedang berusaha memperbaiki semua dengannya. Semua hal yang tidak bisa kau perbaiki sewaktu menjalaninya denganku. Tapi dia bukan aku Bima. Ingat itu.

Abimanyu
Mungkin aku memang egois. Sebagai pria aku pantas untuk merasa begitu bukan. Tapi keegoisan ini menyiksaku. Apa aku harus menghubunginya. Akh, mungkin dia sudah tidak menginginkanku hadir dalam hidupnya. Atau mungkin dia sudah menemukan penggantiku. Apa reaksinya jika aku meminta maaf padanya. Aku tidak sanggup!!

Lea, aku mohon maafkan aku. Aku tak sanggup jika harus menemuimu. Hanya maaf Lea. Maaf.

Epilog
Hujan bertambah deras. Dan udara bertambah dingin pagi ini. Lea beranjak dari kursinya. Dan Bima terlelap lagi dalam tidurnya. Berharap dalam tidurnya kali ini dia akan bertemu Lea lagi dan sempat mengucapkan kata maaf itu. Hujan tak pernah sederas hari ini. Dan hatiku tak pernah setenang ini.


Jakarta, Februari 2007
Cinta tidak menyadari kedalamannya,
Sampai ada saat perpisahan.
-Kahlil Gibran-

Monday, October 20, 2008

Aku pulang!


I'M HOMEEEEE!!!!

Kemana aja c chie?
Ko ga pernah posting lagi?
Ko ga pernah blogwalking lagi?
Kapan mau ngeblog lagi?
Sibuk skripsi y?

Tenang.. Tenang..
Daku tak kemana-mana.
Disini-sini aja.
Masih suka blogwalking juga.
Masih posting jg, di SINI dan di SINI.
Masih rajin YM-an juga.
Masih ngerjain skripsi juga, dan gw ga SEGITU SIBUK nya.

Jadi, pa kabar chie?
Jiaahh, kangen-kangenannya ntar dulu ah..

Tuesday, August 26, 2008

Sebuah rasa

Aku selalu ingin melarikan diri ketika dihadapkan pada sebuah rasa kehilangan.

Sebut saja aku orang yang tidak peka atau tidak punya hati. Ketika seseorang dihadapkan pada rasa kehilangan, aku sangat ingin berlari. Tak ingin mengucap apa yang menjadi pertanyaan di hati atau berusaha untuk bisa merasakan kehilangannya. Aku hanya bisa terdiam.

Ketika semua orang merasa bahwa mereka bisa merasakan kehilangan itu, sebenarnya mereka tidak pernah benar-benar merasakan itu. Karena mereka tidak berada dalam kondisi yang sama.

Wajah sedih dan raut muka heran sama sekali tidak membantu dia untuk merelakan sebuah kehilangan. Kata-kata simpati dan penyemangat hanya mengingatkan dia bahwa dia telah kehilangan. Menjawab semua pertanyaan mereka hanya akan menimbulkan pertanyaan baru yang tidak akan pernah bisa terjawab.

Menjawab “gimana kejadiannya?”, atau “yang sabar ya”, atau “dia pasti udah tenang disana”, atau “maav, aku ga tau kalo..” seperti me-rewind memory yang tak ingin dia putar kembali. Adegan demi adegan terpapar dalam ingatan. Dan dia menangis kembali.

Sebut saja aku orang yang tidak peka atau tidak punya hati. Jika aku tak bisa berlari, maka aku akan diam. Hanya itu yang ingin kulakukan ketika rasa kehilangan menghampiri seseorang.

Aku selalu ingin melarikan diri ketika dihadapkan pada sebuah rasa kehilangan.

Menyadari bahwa aku telah kehilangan dia adalah sebuah mimpi buruk. Menyadari bahwa dia tidak akan pernah berada disampingku lagi adalah sebuah kejujuran yang sangat menyakitkan.

Tapi apakah aku punya pilihan lain selain menerima? Apakah aku punya kesempatan kedua untuk memperbaikinya?

Aku tidak punya pilihan lain selain menerima dan melanjutkan apa yang telah aku mulai. Dan aku juga tidak punya kesempatan kedua karena DIA tidak memberiku kesempatan itu. Adilkah ini? Tuhan selalu adil.

Kehilangan bukan sekedar membiarkan sebuah rasa hanyut terkikis waktu. Dia mungkin pergi. Dia mungkin hilang. Dia mungkin menguap. Tapi dia ada, mengendap dalam kenangan.

Aku selalu ingin melarikan diri ketika dihadapkan pada sebuah rasa kehilangan.
Aku memang telah kehilangan dia.
Tapi aku tau.
Cinta-Nya selalu menyelimutiku di tengah dekapan waktu.

Itu cukup bagiku.



***
Pa, miss u much
Ndut, I let u go like I let him go
Terima kasih karena kalian pernah ada dalam hidupku

Friday, August 15, 2008

Bermain dengan Kokology

Pernah denger kata KOKOLOGY?

Apaan tuh?

Ga tau! Gw juga baru denger.

Gw menemukan kata-kata ini dalam sebuah buku ketika gw lagi ngiterin perpus fakultas beberapa hari lalu. Emang dasar gw ga niat ke perpus, jadi gw nyari buku apa aja yang kira-kira menarik buat di baca dan bisa membuat gw lupa sejenak akan skripsi gw, hehe.

Dan gw menemukan buku ini. Warnanya yang eye catching dan judulnya yang buat gw penasaran membuat gw memilihnya untuk dibawa pulang.


Buku ini merupakan buku yang berisi permainan psikologi yang dapat membuat kita mengetahui emosi dan sifat tingkah laku seseorang. KOKOLOGY berasal dari kata KOKORO [bahasa Jepang] yang artinya pikiran, semangat, perasaan. Sebelumnya kokology ini pernah sukses di Amerika dan Eropa. Kokology ini dibuat berdasarkan prinsip-prinsip psikologi yang pertama kali dikembangkan di dunia barat dan sengaja dibuat melalui berbagai macam permainan psikologi agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum di Jepang.

Gw sendiri sudah membaca buku ini. Sedikit banyak buku ini bisa membuat gw tau dan sadar akan emosi-emosi positif dan negatif dalam diri gw. Walaupun ga semua yang ada dalam permainan ini sesuai, tapi permainan-permainannya patut buat di coba.

Menurut pengembang permainan ini, Tadahiko Nagao dan Isamu Saito, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin bermain. Salah satunya adalah KATAKAN HAL PERTAMA YANG MUNCUL DIKEPALA LO dan JANGAN BERUSAHA MENGIRA-NGIRA JAWABAN.
Yang ga kalah penting adalah TETAPLAH BERPIKIRAN TERBUKA karena ga da jawaban yang benar. Ada banyak cara untuk membaca dan menghadapi tiap situasi yang terjadi dalam hidup kita.

Gw akan menuliskan tiga permainan dalam buku ini agar lo bisa mencoba. Mau tau lebih banyak?? BELI DOONGG!! :D Jawaban dari tiap permainan akan ada dibawahnya, jadi JANGAN LANGSUNG MELIHAT KE BAWAH UNTUK MEMBACA JAWABANNYA. Sedia kertas dan alat tulis daaaan SELAMAT MENCOBA!!

*****

PERTAMA,
Bayangkan diri anda sedang berjalan menyusuri kota. Hari itu sangat indah. Anda sedang berangan-angan. Anda berbelok ke arah jalan yang tidak pernah dilewati sebelumnya. Selagi berjalan, anda melewati rumah yang indah diseberang jalan. Anda berhenti sejenak untuk mengagumi rumah yang indah itu dan memperhatikan pintunya terbuka setengah. Mengapa pintu itu sedikit terbuka?

  1. rumah itu dirampok
  2. pemiliknya lupa mengunci
  3. pemiliknya berada di dalam


KEDUA,
Sebuah pot tanaman yang ada di balkon jatuh. Anda segera keluar untuk melihat kerusakannya. Apa yang anda lihat?

  1. tanaman jatuh dan tetap utuh
  2. pot rusak, tapi tanaman tidak rusak
  3. pot dan tanaman rusak tanpa dapat diperbaiki
  4. karena alasan tertentu, pot dan tanaman tidak terlihat


KETIGA,
bayangkan anda sedang tersesat di hutan yang gelap dan mulai merasa lapar ketika tiba-tiba bertemu dengan rumah yang terbuat dari permen. Setelah memeriksa daerah itu untuk memastikan tidak ada nenek sihir yang bersembunyi, anda mulai siap mengambilnya. Bagaimana anda menyantap rumah permen itu?

  1. saya mulai makan apa saja yang kelihatan
  2. saya berusaha mencoba sebanyak mungkin permen yang kujumpai
  3. saya menemukan permen kesukaan dan tetap akan makan itu saja
  4. saya tidak suka permen


*****

JAWABAN PERTAMA,
Dalam alam bawah sadar, alasan mengapa membayangkan pintu terbuka berhubungan dengan cara membuka diri dan menyingkap kelemahan anda terhadap orang lain.

  1. rumah itu dirampok
    Anda cepat mengambil anggapan terburuk di setiap situasi. Sifat ini terlihat sebagai bukti yang jelas ketika ternyata benar-benar terjadi sesuatu. Anda tidak pernah bingung dalam menghadapi saat-saat genting, tetapi hanya terlalu sibuk karena panik. Jadi lain kali jika bencana datang, miliki pikiran jernih. Ingatlah selalu untuk terlebih dahulu mengambil napas panjang dan menghitung sampai sepuluh. Baru anda boleh pingsan.
  2. pemiliknya lupa mengunci
    Anda bukan tipe orang yang terhanyut dalam situasi genting. Sebaliknya, anda sangat santai, bahkan tidak memperhatikan situasi genting muncul. Kesalahan yang anda buat lebih banyak disebabkan kelalaian, bukannya maksud yang buruk. Tapi hasil akhirnya bagi anda (dan orang lain) adalah sama.
  3. pemiliknya berada di dalam, sedang menyapu pintu masuk
    Anda mungkin nampak seperti orang yang santai. Tapi tidak pernah membiarkan diri lengah. Memiliki kesiagaan konstan seperti itulah yang membuat diri anda menjadi dewasa seperti sekarang. Tentu saja anda masih memiliki kelemahan yang bersifat manusiawi, hanya saja jangan memperlihatkannya ke seluruh dunia.


JAWABAN KEDUA,
Kehidupan pot bunga yang terjaga berhubungan dengan sisi karakter tersembunyi anda yang terjaga. Selain itu juga berhubungan dengan cara anda menahan dunia memasuki kehidupan sosial anda.

  1. tanaman jatuh dan tetap utuh
    Anda terlihat kuat dan percaya diri serta selalu ingin mendemonstrasikan ketenangan di tengah-tengah masalah. Dibalik wajah yang keras, anda adalah seseorang yang lebih peduli menjaga citra.
  2. pot rusak, tapi tanaman tidak rusak
    Anda nampak tenang dan tidak dapat diganggu orang lain. Kenyataannya anda tidak suka menunjukkan emosi. Perasaan yang tertutup semakin besar. Tidak ada pot yang dapat menampung mereka selamanya.
  3. pot dan tanaman rusak tanpa dapat diperbaiki
    Anda nampak pandai bicara dan tidak mau menonjolkan diri. Tapi “pendengar alamiah’ itu sedang berteriak meminta kesempatan bersinar di panggung utama. Anda hanya menunggu kesempatan untuk keluar dari tempat yang mengurung anda.
  4. karena alasan tertentu, pot dan tanaman tidak terlihat
    Anda pintar menciptakan kesenangan dan membuat orang lain tertawa. Anda fasih menyembunyikan keseriusan. Bahkan sisi pemalu anda tidak ditunjukkan kepada dunia.


JAWABAN KETIGA,
Dalam tingkat perilaku, cara mendekati rumah permen menyingkap pendekatan anda terhadap persahabatan.

  1. saya mulai makan apa saja yang kelihatan
    Anda selalu berterus terang dalam berurusan dengan dunia. Nyaris seperti seorang anak yang polos. Pendekatan langsung ini membuat anda mudah dimengerti dan diterima orang lain. Sadari bahwa tidak semua orang memiliki sifat polos dan jujur seperti anda. Kadang-kadang kejujuran membuat anda sedikit terlalu dapat dipercaya. Anda dikenal sebagai orang yang terburu-buru.
  2. saya berusaha mencoba sebanyak mungkin permen yang kujumpai
    Dunia penuh dengan manusia. Anda tidak keberatan bertemu dengan mereka semua. Anda ahli menemukan kualitas yang baik dalam diri orang lain. Tapi keinginan anda mencicipi sedikit juga dapat dinilai sebagai ketidaksediaan terlibat terlalu dalam dengan satu orang. Memang bagus dapat menikmati segala jenis rasa. Ada saatnya anda akhirnya harus mengaku kepada seseorang “kau adalah orang yang paling baik dari semuanya”.
  3. saya menemukan permen kesukaan dan tetap akan makan itu saja
    Jika dapat menemukan satu orang saja di dunia yang punya minat, selera, dan aspirasi seperti anda, itu sudah cukup. Dapat menemukan seseorang yang melihat dunia sama seperti anda adalah suatu hal yang indah. Tapi dengan membatasi diri dengan satu rasa dalam hubungan, anda mungkin sedang menjauhkan diri dari pengalaman indah diseluruh dunia.
  4. saya tidak suka permen
    Anda mempunyai pandangan bahwa mundur dari kerumunan orang banyak adalah sangat baik buat diri sendiri. Dalam berusaha memisahkan diri, anda kadang terlihat sebagai seseorang yang terlalu keras untuk terlihat berbeda. Ingat, orang yang paling takut dianggap sebagai orang biasa adalah mereka yang cocok dengan deskripsi tersebut, yaitu dianggap sebagai orang biasa.

Thursday, August 7, 2008

Menikmati musik

Akirnya kemaren gw nonton tapping KICK ANDY di studio Metro TV. Ini untuk kedua kalinya gw nonton tapping acara ini, dan secara ga sengaja tiap gw nonton KICK ANDY ini selalu sedang mengusung tema yang berkaitan dengan MUSIK.

Pertama kali gw nonton KICK ANDY tuh di salah satu cafΓ© di daerah menteng kalo ga salah. Gw lupa hari apa, yang pasti saat itu bertepatan dengan bulan ramadhan. Senang mengetahui bahwa seorang ANDY sangatlah ramah, bahkan beliau menjabat tangan gw dengan hangat, begitupun kemaren.


Singkat cerita, waktu itu bintang tamunya adalah sebuah band yang banyak di caci maki orang. Sebuah band yang [banyak orang bilang] GA BANGET. Tapi pada saat yang bersamaan menembus angka penjualan yang spektakuler. Sebutlah mereka kangen band.

Gw sendiri seperti merasa tertipu waktu itu. Tapi di balik ketertipuan gw, gw merasa TAKJUB. Takjub karena dibalik semua caci maki itu mereka masih bisa tertawa dan bermain musik. Dan anehnya, gw menikmati musik yang mereka bawain waktu itu, padahal gw juga baru tau kalo ternyata BAND mereka tuh ADA. Musik yang membuat mereka jadi seperti sekarang.

Gw juga heran kenapa banyak orang yang ga suka sama mereka. Musik mereka aneh? Mungkin. Wajah mereka ga ganteng? Mungkin, bahkan Bens Leo sendiri mengakui kalo mereka GA GANTENG waktu itu. Tapi apakah perlu wajah ganteng agar kita bisa menikmati musik?




Oke, cerita kangen band gw skip bentar.

Dan kemaren gw lagi-lagi menonton KICK ANDY dengan tema yang ga jauh dari MUSIK. Tapi kali ini bukan kangen band bintang tamunya, karena kalo iya gw harusnya bawa CD mereka yang mereka kasih waktu itu dan belom sempet ditanda tanganin. Hehe.


Kali ini temanya mengusung MUSIK UNTUK SEMUA. Gw ga pengen menceritakan secara detail perbincangannya seperti apa. Kalo mau tau lengkapnya kaya apa bisa nonton dirumah dengan tipi masing-masing, hari kamis pukul 22.05 dan siaran ulangnya hari minggu. Gw sendiri ga tau tepatnya tanggal berapa akan di tayangkan, mungkin 2 minggu lagi. SAKSIKANLAAAHHH!!! Sambil nunggu syuting, poto dulu aahh.. :D


Banyak banget musisi yang dateng kali ini mulai dari musisi muda yang tergabung dalam BAND INDIE ampe musisi senior kaya AHMAD ALBAR dan IAN ANTONO. Kali ini KICK ANDY akan mengetuk hati kita dengan menghadirkan sebuah fakta bahwa masih banyak orang-orang yang ternyata masih peduli dengan sesamanya. Salah satunya yaaa para musisi ini. Mereka akan mengadakan konser yang merecycle lagu-lagu lama yang dana hasil dari penjualan tiketnya nanti akan diperbantukan untuk para musisi senior yang sekarang agak sedikit terlupakan.

Sungguh perbuatan yang mulia. Bahkan musik bisa menolong orang lain yang membutuhkan bantuan.

Saat KOIL dan FARIZ RM sedang berkolaborasi membawakan musik mereka kemaren, tiba-tiba aja temen sebelah gw berkata, “gw g ngerti nih musiknya”.

Gw cuma senyum-senyum mesum dan bilang dalem ati, “gw sih ga perlu mengerti untuk bisa menikmati musik”. Beneran yah. Gw tuh sama sekali ga tau itu lagu jaman kapan. Mungkin jaman angkatan mak ama bapak gw kali. Gw pun ga tau nama-nama pencipta lagu yang disebutkan oleh mereka. Mungkin pengetahuan tentang musik gw sangat minim banget. Tapi gw sangat bisa menikmati musik mereka. Paling ga, ketika mereka membawakan musik mereka perut gw bisa ikut bergoyang mengikuti irama. Halah.

Ada beberapa lagu yang akrab di telinga gw, salah satunya ketika GLEN bawain lagu dengan judul KIDUNG. Gw sih sempet mikir, “lagu kidung tuh yang mana yah?”. Pas Glen nyanyi, waaaaaa gw tau lagu ini! Dulu bapak gw sering nyetel lagu ini tiap minggu pagi. Dan aransemen ulangnya, TOP ABIS. Hahaha. Jadi pengen gw bawa pulang tuh si Glen.

Menurut gw sih musik itu bahasa yang sangat universal banget. Walopun itu beda bahasa ga mempengaruhi gw untuk menikmati musik. Lagu India, lagu jepang, lagu barat, lagu indonesa, semua gw nikmati. Meski gw ga pernah apal siapa yang nyanyi, judul lagunya apa, dan [paling parah] gw ga ngerti apa yang mereka nyanyiin, tapi gw masih bisa menikmati musik itu sendiri.

Balik lagi ke kangen band. Apa sekarang gw perlu liat wajah ganteng sang musisi agar gw bisa nikmatin musik? Apa sekarang gw perlu ngerti dulu agar gw bisa nikmatin musik? Buat gw sih ga ngepek. Gw hanya perlu sedikit RASA untuk bisa menikmati. Kalo emang kebetulan dia ganteng itu berarti bonus buat gw. Dan kalo emang kebetulan gw ngerti lagu mereka berarti gw lagi bener otaknya. Hahaha.

Eniweibuswei yah, kali ini ga da poto-poto kaya nonton kick andy sebelumnya. Pertama, musisi juga manusia, ga da beda ama gw. Kedua, HP GSM gw mati dan gw ga bawa kamera, dan gw belom sempet ngambil poto-poto yang ada di kamera temen-temen gw. Ketiga, keluar studio jam 10an malem dan ga da waktu buat poto-poto dengan semuanya, gw mikirin baliknya naek apa secara gw ngangkot dan rumah gw di negeri antah berantah. Keempat, PEPENG “NAIF” ganteng aja. Kelima, OTONG “KOIL” juga cucyookk, hihi. Keenam, CANDIL “SEURIUS” ga pernah serius. Terakhir, om ANDY F. NOYA sungguh lembut hatinya. Hihihi. Makasi yaa om buat buku dan tanda tangannya. Bukunya sangat inspiring banget.


Eyah, kemaren tuh gw pengen banget ngacak-ngacak dan lempar-lemparin bangku yang ada di studio. Kaga enak banget liat acara musik tapi cuma bisa duduk rapih sambil mata melotot tanpa kedip. Udah mana sempit pula tempat duduknya. Untungnya sih jempol kaki gw masih tetep bisa bergoyang diem-diem dan perut gw masih setia berdendang. Hehehe.

Friday, August 1, 2008

Akirnya posting juga :D

Melihat shout box, ternyata gw dapet award dari DEDE. Apa itu? Tenang De, dirimu ada temennya. Ternyata ada makhluk yang lebih norak dari lo, yaitu gw! Silahkan tertawa. Gw bantuin ketawa deh dari sini. Ini tuh apa sih? Penasaran. Buka blognya Dede. Oalaaaaahhh. Ngerti Chie? GA!! Naro doang yah? Dua-duanya? Trus di gilir lagi gituh? Gimana cara sih naro-naro begituan? Siapa asal muasalnya sih ini? Holoohhh, nanya mulu. Pasang chie, pasang!! Terima kasih Dedeku sayaaang. Berasa blog gw gimana banget gitu. Hehe. Aku tersanjung melihat alesan Dede mengapa gw salah satu yang terpilih, yaitu karena rambut gw bagus. Masa sih?? Hahaha. Innii cuma pake syaammpooo ko De. Hehe. Nih gw pasang:



Dan selanjutnyaaaa, lima orang pemenang award, yang beruntung hari ini adalaaahhh:
1. MIKE, yang rajin ninggalin jejak ;p
2. TYO, yang uda ga gaptek lagi. Hihi.
3. KANG BOIM, yang setia jaga warung kopinya. Hehe.
4. MAS ANTOWN, makasi buat tulisannya yang dipersembahkan untukku, hehe, request yang laen masi bole ga mas?? ;p
5. ALIA, yang selalu mencoba untuk menulis :)

Tepookk tangaaaann!! Pok! Pok! Pok! Selamat memasang kawan! :D

***

My another life..

Gw ngecek blog hari ini. Dan baru menyadari kalo ternyata GW DA LAMA GA NGEPOST!! Telat banget yah gw menyadarinya. Masih tetep blogwalking walopun ga semua gw walkingin [istilah apa ini?], tapi gw ga ngepost. Kenapa c Chie?? Kenapa?? Ga kenapa-kenapa, beberapa hari belakangan gw lagi konsen ke yang laen aja. Gw tau kalo gw uda posting dan blogwalking ke mana-mana pasti gw lupa ama yang laen. Lupa nyapu. Lupa ngepel. Lupa nyetrika. Lupa nguras kolem ikan. Lupa ngasi makan kura-kura gendut itu. Lupa nyirem taneman. Lupa nyikat kamar mandi. Lupa masak. Gila!!!! Gw wanitaperkasa apa pembantu rumah tangga yeh? :D

Trus lo mo ngomong apaan Chie sekarang??

Gw cuma mo bilang, ternyata ga menulis dalam jangka waktu lama tuh ga enak. Kaya ada yang nyempil-nyempil gimanaaa gitu. Kalo ada upil nyempil-nyempil dalem kutil kan ga enak tuh, naaahh begono noh rasanya ga nulis.

Ya ampyuun, gw ngomong apa c??

Ga tau gw juga.

Enihoww, hari rabu kemaren mak gw tiba-tiba aja keluar kamar dan mengeluarkan pertanyaan yang menurut gw ANEH. Beliau bertanya padaku.

“Tri, labskul rawamangun tuh dimana sih? Deket sekolahannya si Lia [ade gw] ga?”

Gw heran lah, ngepain mak gw nanya begituan. Mo sekolah lagi dia? Ga mungkin. Ada pengajian apa disana? Masa iya. Apa arisan bulan ini di labskul? Ga juga. Ooo, gw tau, rapat POMG yah? Bukan juga. Apa dong? Lagian dia menyebutkan dengan jelas labskul tu di rawamangun, masi pake nanya deket ama sekolah ade gw apa engga, jelas-jelas ade gw sekolahnya deket rumah, dan rumah gw BUKAN di rawamangun.

Usut punya usut, ternyata dia cuma mo ngabarin kalo labskul rawamangun kebakaran. Oo, cuma kebakaran, kirain kenapa. APPAAAA?? KEBAKARAAANNN?? Kampus gw apa kabar dong??



Gw langsung nyari-nyari berita di tipi. Temen gw juga pada SMS, ngasi kabar kalo UNJ kebakaran. Yaoloohh, api dimana-mana. Teater besar dan bangunan yang dibelakang teater itu abis di lalap si jago merah. Hebat juga yah si jago merah itu. Kalo gw biasanya makan lalapan cuma pake timun ama kol doang, dia malah lalapan pake teater yang segitu gedenya. Ckckck.

Besoknya gw ke kampus dong. Gaaa, bukan mo liat kebakaran. Niat amat gw. Ada pertemuan penting di kampus, hehe, gaya euy [ngeles mode: on]. Nyampe kampus, berita kebakaran itu berita yang lagi hot disonoh. Dari mahasiswa, dosen, bapak satpam ampe abang tukang jualan makanan juga ngomongin. Banyak berita simpang siur. Media bilang gara-gara terjadi arus pendek pada kabel-kabel yang ada di teater besar. Ada lagi makhluk yang bilang gara-gara petasan yang dimaenin ama mahasiswa meledak. Meni gelo pisan ini mah.

Dari sumber yang gw dapet c, kebakaran itu terjadi karena tangki motor meledak! Ko bisa? Jadi di teater besar itu lagi ada acara, gw ga tau siapa yang ngadain, [edited] katanya c salah satu MLM [multi level marketing] yg lg promosiin produknya. Disana lagi ada semacam show spektakuler gitu kali yah, mempertunjukkan, taraaaaaaaa.. ZAT ANTI API. Oke, mungkin ini kedengerannya lucu. Gw ga tau zat apa itu. Yang gw tau pemaen pigurannya, yang rela dibakar demi acara itu, adalah SANG MOTOR. Dan terjadilah ledakan yang menyebabkan rentetan api.

Bener ga sih? Oo.. Percaya ama cerita gw di atas?? Jangan percaya!! Musyrik lo percaya ama gw. hihi.

Gw sebenernya ingin melihat efek yang lebih dramatis waktu gw ke kampus kemaren. Gw liat banyak karangan bunga di pekarangan labskul. Gw pikir ungkapan turut berduka cita karena gw liat ada bangunan sekolah mereka yang juga hangus terbakar. Setelah gw micingin mata lebih lama, ternyata karangan bunganya ucapan selamat ulang tahun.

Eniweibuswey, gw mo ikutan ngucapin ah, biarpun ga dengan karangan bunga.
SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-40 buat LABSCHOOL.
Mudah-mudahan anak-anak Indonesia masih tetep semangat buat terus belajar meskipun dalam kondisi yang ga normal.

Ngomongin ga normal, gw teringat percakapan ga normal ama temen gw via fs beberapa hari sebelum terjadi kebakaran. Saking setress-nya dia ama sang skripsi, dengan gelora membara, dia bilang gini ke gw.

“Whoaaaa, pokonya setelah gw melewati skripsi ini, gw mau bakar abis UNJ!!”
“Okkeh, gw bantu lo bakarin nanti”

Sungguh teman yang baik kan gw, hehe. Eh, ga lama setelah percakapan itu UNJ beneran kebakaran. Gw curiga, mungkinkah temen gw titisan si ular putih, Pay Tsu Cenn, yang bisa meramal masa depan itu??


*sumber poto: okezone.com

Monday, July 21, 2008

Dejavu bareng gorila-gorila

Pernah mengalami dejavu??

Apaan sih dejavu??
Dejavu yaitu sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu. Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau.

Holoohhh. Ribet yeh. Apakah gw pernah bereinkarnasi sebelumnya? Yang pasti gw ga mao bereinkarnasi jadi primata-primata itu. Dejavu itu gw rasakan ketika gw ke schmutzer hari minggu kemaren, gw merasa sepertinya gw pernah mengalami kejadian ini sebelumnya. Apalagi ketika gw keluar dari pintu gerbang Schmutzer. GW PERNAH NGALAMIN KAYA GINI SEBELUMNYA. GW DEJAVU. Gw Achie denk bukan dejavu.

apakah si gorila ini reinkarnasi gw sebelumnya??


Ini emang pertama kalinya gw kopdar. Baru pertama banget. Dan its been FUN! Kenal sama makhluk-makhluk yang sebelumnya hanya gw tau lewat sebuah tulisan. Kenal sama makhluk-makhluk yang ga tau siapa gw. Kenal sama makhluk-makhluk yang sama sekali gw ga tau bentuk rupanya kaya apa. Merasa sangat dekat dengan mereka walopun baru pertama kali ketemu. Hal yang sepertinya sangat unreachable tapi ternyata really really reachable. Have you ever feel that?

Merasa seperti punya keluarga baru. Ada bena, tyo gaptek, mas antown, Diana bochiel, gita cireng, cumi Erica cungkring, chacha, nanad, bey, sabila, budi, ridu, harun si patung pancoran, presyl, sofie, liz, inda, muni, enad, alia, ada pula yang jauh-jauh dari bandung kang petra, ama dari sumut sanah okta sihotang. Yang laen yang belum disebutkan, maap yah, tak bermaksud melupakan tapi emang gw LUPA sapa aja namanya, gw tidak bisa menghapal dengan baik. Mudah-mudahan gw masih inget kalian semua kalo kita ketemu di jalan atau ketemu di kopdar berikutnya. Hoho.

Di kopdar Ragunan kemaren, semua terlihat HEPI. Awalnya emang jaim-jaim, tapi lama-lama mulei keliatan gila-gilanya mereka. Gw ga tau deh apa mereka beneran HEPI atau ga.

Sapa tau ada yang abis sakit.
Sapa tau ada yang ditinggalin keluarganya pulang kampung.
Sapa tau ada yang abis nunggu lamaaaa.
Sapa tau ada yang nunggu busnya lama.
Sapa tau ada yang pake nyasar.
Sapa tau ada yang abis putus cinta.
Sapa tau ada yang abis di omelin ortunya.
Sapa tau ada yang kebelet nahan mules.
Sapa tau ada yang kecapean karena sebelumnya biz melakukan aktifitas.
Sapa tau ada yang merasa sendirian di tengah keramaian.
Sapa tau ada yang lagi deg-degan karena mo ketemu seseorang hari itu.
Sapa tau ada yang kelaperan dari kemaren belum makan.
Sapa tau ada yang lagi menahan perasaan rindu karena ga bisa ketemu seseorang hari itu.
Sapa tau ada yang ga bisa melihat dengan jelas, kaya gw.

Semua terlihat sama, HEPI. Walopun ga begitu di mata gw.

Hari itu, gw dateng bareng tyo gaptek dan mas antown. Janjian sih emang ama tyo. Nyampe sanah gw kira kita bertiga yang pertamax dateng, ternyata uda ada bochiel n gita, muni, chacha, n nanad. Baru deh setelah itu yang laen pada muncul. Dan yang selalu dinanti, seperti biasa, BENA. Akirnya muncul juga. Mengapa oh mengapa.

Setelah semua ngumpul. Masuplah kita ke ragunan. Perkenalan di samping kandang rusa. Bener ga sih? Bukan kenalan ama rusa nya. Tapi masing-masing dari kita ngenalin diri. Abis itu baru pada ISOMA. Rejeki ibu-ibu yang punya warung, isinya para blogger semuah. Tetep rusuh. Makan. Ga lupa poto-poto. Genjreng-genjreng gitar ga jelas. Selese deh. Setelah ISOMA baru kita ke Schmutzer.

Memory gw menerawang ke sekian tahun lalu. Terakhir gw datang ke ragunan ini, semester 3. Gw ke ragunan ini buat hunting poto dalam rangka tugas akhir kuliah. Nyampe sana, baru ngambil poto gajah, eh ujan turun dengan mem-gorila-buta. Sial. Menepi menghindari ujan di depan gerbang Schmutzer. Mencoba menerka binatang apa yang ada di dalem. Ga bisa masuk. Cuman bisa nongolin pala di antara besi-besi pintu gerbang. Sedih. Akhirnya pulang dengan tangan hampa.

Singkat cerita, setelah muterin kandang primata-primata itu, semua pada ngampar, istilah kerennya NGEDEPROK tanpa malu. Ada yang lurusin kaki. Ada yang kayang. Ada yang bengong-bengong liat kelakuan yang lain. Ada yang bejemur matahari sore. Ada yang poto-poto candid [hayoooo moto sapa??]. Macem-macem deh tingkah lakunya. Muka-muka lusuh tapi puasss keliatan di wajah mereka.

Dan sekali lagi, kita mengabadikan semuanya dalam sebuah FOTO. Foto itu mengandung banyak makna. Salah satunya, poto itu nunjukin kalo kita, para penghuni rumahblogger pernah punya rasa yang sama di ragunan ini, yaitu KEGORILAAN. Engga. Engga. Maksut gw, KEBERSAMAAN. Walaopun kita ga selalu bersama, paling ga gw tau kalo mereka akan selalu ada lewat tulisan-tulisan mereka. Kalo suatu hari nanti gw lupa punya rasa itu, gw bisa buka-buka lagi potonya dan menyadari kalo “hidup gw sangat berwarna”.

Penghuni Rumahblogger































Penghuni Ragunan


































Akhir kata, tak ada gorilla yang beranak badak. Artinya, tu gorilla ga mungkin selingkuh ama badak. Hwalah. Maksud gw, ga da yang sempurna lah yah. Coba kalo acara ini lebih direncanakan dengan baik. Acara ini sih uda baik, sukses, seru, saluuuddd buat BENA, RIDU, dan penghuni rumahblogger. Tapi mungkin bisa lebih seru kalo bisa ngelibatin semua orang, dalam satu game misalnya. Jadi bener-bener ada interaksi antara satu dengan yang lain. Mungkin next time kali yah. Namanya juga kopdar pertama. Kan katanya rumahblogger mo ngadain acara 17 agustus-an nanti. Most wanted event lah pokonamah.

Gw pulang dengan perasaan yang berat. Berat meninggalkan kawan-kawan gw dalem kandang sanah. Janji gw bakalan mengunjungi mereka lagi nanti. Ama anak-anak gw mungkin. Hihihi.

Dalam perjalanan pulang, dalem busway, gw masih mikir, kapan gw pernah ngerasa kaya gini sebelumnya yah?? Gw masi ga inget..


ps:
>Buat presyl, erika cungkring, bochiel makacii buat poto-potonya yah.
>Buat blogger yang laen gw ijin grab potonya yah. hehe.

Wednesday, July 16, 2008

Penyakit apa ini??

Percakapan singkat antara gw dan ade gw. Gw memanggil dia nene’. Beberapa hari yang lalu gw baru aja dari kamar dia. Keluar dari kamarnya [dengan gegap gempita] gw membuka pembicaraan.

“Ne, berat gw turun 5 kilo masa!!”
“Hah, masa?? Masi tetep gendut lo!!”
“Beneran!! Tadi gw abis nimbang!!”
“Lo pake timbangan yang di kamar yah?”
“Iyah, emang kenapa?”
“Timbangan itu kan rusak!”
“Sambeelll!!!!” *balik badan*

Gimana rasanya chie digituin ma ade lo?? Sakiiitttt! Dudul tu si nene’, mematahkan harapan gw aja! Ga bisa melihat kaka’nya senang sebentar.

Kenapa para wanita selalu bermasalah sama berat badan?? Padahal uda langsing, masih aja tetep ngerasa gendut.

Gw bermasalah ga? Gw sih ga ngerasa bermasalah. Temen-temen gw yang sering bermasalah sama kegendutan gw. Kenapa sih? Padahalkan gw yang bawa badan. Kaki gw aja ga pernah protes bawa badan seberat gw. Gw juga ga pernah ngambil jatah makan siang temen-temen gw. Pinggul gw juga ga pernah protes menopang perut gw. Lemak-lemak gw juga betah aja bersemayam di balik kulit gw.

Gw da bisa nebak, tiap bertemu kawan lama, pasti kalimat pertama yang keluar dari bibir mereka adalah “YA AMPYUN ACHIE, LO GENDUT AMAT SEKARANG”. Makasi ya kawan atas pujiannya. Its mean I’m happy with my life getoohhh. Apakah indikator kebahagiaan adalah sebuah kegendutan? Ga juga sih, itu hanya sebuah pembelaan. Tapi emang I’m happy with my life sih. Any other reason??

Tapi sebenernya ada hal yang lebih penting dari sebuah kata L-A-N-G-S-I-N-G atau G-E-N-D-U-T. Sebuah kata yang sering terlupakan. Atau mungkin sengaja dilupakan. Yaitu S-E-H-A-T.

Beberapa hari belakangan gw hanya bisa tidur, makan, tidur, tidur, tidur, makan, dan tidur lagi. Gw sakit. S-A-K-I-T. Mmm, masih dalam proses menuju membaik juga sekarang. Makanya gw ga bisa ke warnet buat ngeblog, buat ngintip blog kawan-kawanku sekalian, buat ninggalin jejak di blog mereka, buat buka ep-es, buka em-pe, buka email. Jangankan ke warnet, bangun pun ku tak sanggup. Pekerjaan rumah terbengkalai, skripsi terbengkalai. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.

Sakit apa c chie? GA TAU!!!

Tiba-tiba ditangan dan kaki gw muncul bintik merah, plus panas dingin ga jelas. Bukan cuma satu bintik, tapi banyak bintik merah. Hari pertama, gw cuekin. Hari kedua, gw laporan ama c nene’.

“Ne, liat tangan gw, ini kenapaaaa?? Hooo, tidaaaakkk”
“Hayooloohhh!!! Jangan-jangan lo demam berdarah lagi!!!”
“Kalo demam berdarah dapet banyak makanan ga Ne?”
“Oneng lo!!”

Hari ketiga, gw laporan ama mak gw.

“Mah, ini tangan Ati kenapa yah?”
“Coba sinih”
“Nih..”
“Biduran kali ini”
“Ga gatel kali”

Bagi yang ga tau biduran. Biduran itu semacam sebutan buat penyanyi dangdut. Biasanya kalo ada hajatan di kampung, banyak yang nampilin orkes dangdut dengan diiringi biduran-biduran cantik. Halah, mulei ngaco. Biduran itu kaya bentol-bentol merah dan gatel-gatel gitu. Bisa karena alergi atau karena perubahan cuaca. Semacam itulah. Gw juga ga tau pasti.

Akirnya mak gw memutuskan buat menelepon bibi gw yang buka praktek dirumahnya, buat bertanya obat apakah yang harus gw konsumsi. Keluarga gw emang jarang banget yang namanya ke dokter, lebih sering nanya bibi gw itu. Dan beliau menyuruh mak gw untuk membawa gw ke dokter. Mendengar kata DOKTER, gw males sebenernya. Tapi apa daya, aku ingin sembuh.

Malem minggu. Sementara orang-orang asoy indehoy malem mingguan, gw malah ke dokter. Numpuk tiga naek motor. Si nene-gw-mak gw. Untung ga di tilang. Ya ngepain juga pake di tilang, orang rumah dokternya masih satu komplek ma rumah gw. Nyampe rumah bu dokter, gw cuma ketemu ama pembantunya. Kata mbaknya, bu dokternya lagi ada acara keluarga. Gw disuruh dateng besok pagi. Duh, mbak, saya sakitnya sekarang, masa suruh nunggu mpe besok pagi. Gimana toh. Gimana kalo ada yang mo ngelahiran.

“Mbak, bu dokternya ada? Istri saya mo ngelahirin!”
“Aduh, maaf pak, bu dokternya lagi malam mingguan ama pa dokter. Besok pagi dateng lagi aja”
“Gitu ya, oke! Istriku, bu dokternya ga da. Sabar yaa. Tahan napas dulu. Irit-irit buat besok pagi”

Keburu mati anak orang. In other way, mak gw sih menawarkan ke dokter laen, tapi gw sudah tidak bernapsu.

Besoknya, gw berencana kerumah tu bu dokter sore hari. Tapiiii, motor dipake ade gw dari siang. Dan dia baru pulang abis magrib. Pas c nene dateng, mak gw lagi-lagi menawarkan buat ke dokter, tapi akyuuu sudah tak bernapsu pergi ke dokter. Jadi gw ga pernah tau gw sakit apa. Hanya panas biasakah? Tapi mengapa ada bintik merah tak biasa itu? Apakah bintik merah ini yang menyebabkan berat badan gw turun 5 kilo? Apakah bintik merah itu hanya hasil dari gigitan nyamuk-nyamuk malam yang nge-pens ama gw?

Serangan nyamuk kalo malem emang gila-gilaan. Beberapa nyamuk yang gw gep-in mo ngambil darah gw, terpaksa gw akhiri hidupnya.















Maapkan gw, Muk..

Saking nge-pens nya tuh nyamuk ama gw, ampe uda mati aja dia masih bela-belain membuat formasi membentuk nama gw. Gw jadi terharu.















Kepada pasukan nyamuk! Hormaaatttt graaakkk!!!!

Sekarang sih, panas gw uda turun. Paling kadang masi anget-anget dikit. Yah, anget-anget tai kuda gitulah. Ama bintik-bintik merah yang masih tersisa. Plus sakit di tenggorokan ini. Baru terasa kalo sehat tuh nikmat banget. Banget-banget nikmat. Bersyukurlah lo yang masih di kasih sehat. Tuhan uda nyiptain kita dengan amat sangat sempurna, walopun katanya ga da manusia yang sempurna. Dalam arti, kita punya 5 panca indera yang lengkap, anggota tubuh yang lengkap, plus dikasih akal, dan lahir dalam keadaan sehat pula. Jaga apa yang udah dikasih bisa kan? I’m tryin’.

Sekarang gw punya alesan laen kalo makhluk-makhluk dari planet itu “memuji” gw. *senyum licik*

***

Badewei.. Gw punya foto lama. Foto beberapa bulan yang lalu. Foto waktu c nene’ hunting makhluk-tak-kasat-mata disekitar rumah bersama kawan-kawannya. Gw ga setuju sebenernya dengan kegiatan dia yang satu itu. Uda dibilangin tapi dia tetep bader. Tau implikasinya apa dari kegiatan hunting makhluk-tak-kasat-mata itu? Gw nginep di kamar nyokap seminggu! Gw c ga takut, cuma kebayang-bayang aja gitu [ngeles mode: on]. Nih, gw bagi biar pada ga bisa tidur. Hehehe. Satu aja dulu yah. Ntar doyan lagi. Ini beneran. Ga da rekayasa. Di ambil pake kamera hengpon ade gw. tapi lo cari sendiri yah makhluknya.

Petunjuk: biar lebih jelas, klik kanan, open in new tab, save as. Di zoom 2x, trus cari deh yg mana. Pokonya tu makhluk bediri dket tembok.