Sunday, January 15, 2017

Pengacau Hati

Telepon pintar Bintang berdering. Rendy, nama itu tiba-tiba muncul di layar. Tumben, pikirnya.
"Bee, aku lagi di Jakarta anter mama nih, nanti aku mampir ke rumah kamu ya"
"Kamu dimana?"
"Tiga puluh menit lagi aku nyampe rumah kamu, aku drop mama dulu ya"
Klik. Percakapan mereka diputus.

Jantung Bintang berdegup kencang. Ia tidak bisa menghentikannya. Otaknya berpikir cepat. Ia harus mengganti baju tidurnya. Secepat mungkin membuka lemari dan mengambil baju terbaik yang ia punya.

Bintang sudah menunggu saat ini tiba. Rendy menghampirinya, akhirnya. Bandung - Jakarta memang tidak jauh. Namun Bintang tidak cukup berani untuk bertandang dan menyatakan perasaannya pada Rendy.

Tiga puluh menit terasa begitu lama. Perasaan Bintang sudah lebih lama ada, namun rasanya baru kemarin ia merasa jatuh cinta. Ah, cinta. Rasanya terlalu naif untuk mengatakan bahwa itu cinta.

Suara mobil berderu di depan rumah. Mungkin itu Rendy, pikir Bintang. Ia bergegas keluar. Jantungnya semakin berdegup kencang. Lebih kencang hingga tangannya bergetar ketika membuka pintu.

Mobil sudah terparkir di halaman. Sesosok pria berpolo shirt putih dengan senyum mengembang mengampiri Bintang. Rendy mengacak-ngacak poni Bintang, menyadari bahwa ia telah lama ditunggu.
"Yuk, masuk", sapa Bintang.
Bintang dan Rendy duduk bersebelahan di ruang keluarga. TV menyala, namun tak satupun dari mereka memerhatikan. Mereka bertukar banyak cerita. Sesekali tawa terdengar di sela-sela keheningan. Entah apa yang mereka tertawakan. Tak jarang Rendy tertangkap sedang mengamati ujung mata Bintang.
"Coba liat tangan kamu"
"Mau ngapain sih, Ren?"
"Mau ngukur apa bener tangan kamu lebih kecil dari tangan aku, aku ga percaya soalnya"
"Hahaha.."
Sedetik kemudian, tangan mereka saling bertautan. Bintang menyadari ini bukan ilusi. Ia mencoba melepaskan genggaman Rendy. Namun Rendy menautkan jari-jarinya semakin dalam, hingga Bintang tak kuasa menolak. Mereka larut dalam percakapan.

Setelah puas saling melepas rindu, Rendy berpamitan.
"Aku pulang ya, sudah larut"
"Oke"
Rendy perlahan melepaskan tautan tangannya. Ia membantu Bintang berdiri dari duduknya. Sebelum Rendy beranjak pergi, ia memegang kedua bahu Bintang. Kemudian mendaratkan bibirnya di ujung kepala Bintang. Bintang hanya bisa terdiam. Semuanya terasa cepat. Apa ini? Bintang tidak tahu apa ia harus mempertanyakan ini pada Rendy atau tidak. Ia hanya bisa tertegun hingga Rendy menghilang dari pandangan.

***

Sudah tiga hari terlewat sejak pertemuan terakhir mereka. Rendy mengirimi Bintang beberapa pesan, namun tidak ada yang ia balas. Bintang menunggu penjelasan, akan tetapi tidak ada satupun pesan dari Rendy yang menyinggung tentang itu. Bagi Bintang, apa yang dilakukan Rendy bukan hanya sekedar perlakuan seorang teman.

Sampai pada hari keempat, Bintang sudah tidak bisa menahan segala bentuk perkiraan. Ia memutuskan untuk menelepon Rendy dan bertanya.
"Kamu menyadari ada yang beda dari aku, Ren?
"Umm, apa ya.. Kamu lebih pendiam, pesan aku ga ada yang kamu balas satupun"
"Kamu tau kenapa?"
"Ga"
"Kamu beneran ga tau atau pura-pura ga tau, Ren?"
"Beneran ga tau"
"Hmm.. Kenapa kamu melakukan itu dirumahku kemarin?"
"Melakukan apa sih, Bee?"
"Menggenggam tanganku, mencium keningku"
"Oh itu"
"Apa itu yang dilakukan seorang teman?"
"Kita memang sedekat itu kan?"
"Kamu anggap aku apa?"
"Hmm.. Bee bukan maksudku untuk.."
"Kamu anggap aku siapa, Ren?"
"Aku sayang kamu, Bee"
"Lalu?"
"Lalu kita berteman"
Fine. Cukup sudah Bintang membuang waktu untuk pria yang ia anggap penting.

***

To be continue...
Mbak Bintang ini emang agak dramak, terima aja.
Baca cerita sebelumnya disini.

Nulis cerita ini uda agak lama, sekitar tahun lalu atau dua tahun lalu, saya lupa.
Dan sebelum jadi jamur dipojokan draft, saya publish aja.

Friday, January 6, 2017

Buram


Bukan mata kamu yang salah kok. Fotonya memang buram. Saya tersangka utama, yang mengabadikan senja sore ini.

Ceritanya ketika pulang kantor hari ini, jalan yang biasanya saya lewati ditutup dan ga ada pemberitahuan. Yaaa siapa saya juga sampai harus dikasih tau. Sempat kesal karena sudah jalannya sempit, jadi macet karena harus putar balik, waktu terbuang, terus ga ada yang ngasih tau.

Padahal sebelum masuk gang yang akan saya lewati itu, ada polisi cepek. Saya tau ini jadi kesempatan bagi mereka, untuk mendulang receh lebih banyak. "Tapi kok ya mereka jahat", pikir saya. *dramak* Kalau memang ga bisa lewat dari awal seharusnya palang pintu ditutup. Jadi kan saya bisa langsung putar balik. 

Akhirnya setelah putaran dan antrian panjang, saya memutuskan untuk keluar lewat jalan lain. Jalan keluar yang satu ini memang agak jauh dan memutar. Sambil menggerutu dan menunggu antrian keluar, saya memandang langit-langit lalu amazed sendiri, "senjanya cantik banget".

Berhubung jarang lihat matahari tenggelam di Pulo Gadung, jadi agak excited begitu menemukan. Sambil berkendara, saya coba mengabadikan. Karena ga bisa berhenti lama, walhasil gambar yang terekam ga seperti yang saya kira. Beginilah. Namun kesal hilang bersama gambaran senja yang saya simpan di kepala.

***

Kamu mungkin pernah merasa pandanganmu buram. Kabur. Ga bisa melihat apa-apa. Hidup terasa ga menyenangkan. Semua serba ga nyaman. Samar-samar. Apa-apa yang kamu lihat semuanya pudar. Bahkan kamu membuat orang lain percaya bahwa apa yang kamu lihat benar.

Padahal mungkin saja kamu hanya lupa untuk 'mengelap' kacamata. Kamu membiarkan debunya menempel pada kacamata hingga pandanganmu jadi buram. Debu-debu penyakit hati. Debu prasangka. Debu yang kalau dibiarkan terlalu lama bisa membuat kamu jatuh.

Jadi, sudah 'mengelap' kacamatamu hari ini?

Thursday, January 5, 2017

Fxxk It

Ga sengaja tiba-tiba alunan musik BigBang terputar di playlist saya. Infonya, BigBang baru saja comeback dan merilis full album Made yang dibarengi 3 single baru: Fxxk It, Last Dance, dan Girlfriend. Nah, Fxxk It ini salah satu track andalan yang berhasil merebut hati saya. Video Fxxk It di Youtube bahkan sudah dilihat lebih dari 37 juta view dalam kurun waktu hampir 4 minggu. Wiw, banyak!


Terus lagi jadi anak K-Pop, Chie?
Ga juga sih. Saya lagi bosen saja mendengarkan musik yang ada di playlist. Dengerin Fxxk It sambil ngerjain kerjaan tuh bikin semangat. Sudah gitu saya kan ga ngerti bahasanya, jadi lebih konsentrasi. Ga ada tuh nyari lirik dulu terus nyanyi-nyanyi. Eh tetep nyanyi sih, cuma bisa bagian ininya saja. Hahaha.

Era moreugetda I Love y’all
Era moreugetda I Love y’all
Era moreugetda I Love y’all
Girl I wanna get down
Era moreugetda
Era moreugetda
Era moreugetda
Girl I wanna get down

Share playlist kamu yang asik di dengerin sambil kerja dong. Mau nyontek! :p


Sunday, January 1, 2017

Goblin: The Lonely And Great God


Maafkan saya yang ga kuasa untuk ga nge-screen capture adegan ini. Saya meleleh dikasih senyumnya Kim Shin yang kaya gini. Manis banget. Gula kalah manis deh. Saya tau ini dangdut banget.

Kalau lagi nonton K-Drama, saya suka kelewat menghayati. Bisa tetiba ikut kesel. Ikut senyum-senyum. Ikut nangis. Ikut gemes. Padahal sudah tau ya jalan ceritanya memang gitu. Seolah-olah saya ikut main di dalamnya. Jadi pemeran utama wanita. Iya. Silahkan muntah. Hahaha.

K-Drama Goblin ini awal lihat teaser, niatnya ga mau nonton. Karena ga suka nonton drama yang hidup di jaman Dinasti Goryeo. Susah ngikutin. Berat. Kadang otak suka ga nyampe ngikutin jalan ceritanya. Atau memang ga suka aja sih nontonnya. Tokoh pria nya jadi ga keliatan 'beda', semua dengan pakaian dan model rambut yang sama. Ga semangat aja gitu nontonnya.

Goblin ini menurut beberapa orang jalan ceritanya seru. Dan setelah ngikutin, saya suka, ceritanya lucu. Genrenya romance fantasy. Di kehidupan nyata, mana ada manusia jadi dewa lalu immortal seperti Kim Shin. Apalagi nemu Grim Reaper --malaikat pencabut nyawa-- keluyuran nyari jiwa yang meninggal, bahkan sampe jatuh cinta sama reinkarnasi adik temennya. Tapi mungkin disitu ya letak uniknya Goblin.

Kalau saya perhatikan, memang lagi musim K-Drama yang jalan ceritanya seperti ini. Setengah ada di jaman Dinasti Goryeo dan setengah lagi ada di jaman masa kini. Seperti The Legend Of The Blue Sea, misalnya. Setelah kemarin K-Drama booming dengan tema dokter-dokteran, kaya Descendants Of The Sun, Doctors, dan yang masih berjalan Romantic Doctor, Teacher Kim.

Dan hobi baru dari nonton K-Drama adalah, dengerin soundtracknya. Goblin ini soundtracknya lumayan ear catching. Enak di dengerin sambil baca buku. Sambil makan cake, ditemenin secangkir cokelat panas. Ditambah rintik hujan. Mungkin karena beberapa ditulis dalam lirik bahasa Inggris, jadi lebih mudah dicerna. Seperti yang satu ini.



Atau setengah lirik bahasa Inggris, setengah bahasa Korea.





Dengerin intro soundtrack di bawah ini berasa familiar ga sih?



Kalau kamu, K-Drama apa yang lagi ditonton dan meninggalkan kesan dihati? Share dikolom komentar ya.

Saturday, December 31, 2016

Selamat Datang 2017!

Hari ini tepat tanggal 31 Desember. Biasanya hari gini saya masih masuk kantor. Berhubung hari terakhir di tahun 2016 jatuh di hari Sabtu --dan memang dari kemarin saya sudah ngambil day off-- jadi here i am.

Hmm, 2016 jadi taun yang baik bagi saya. Up and down kehidupan kayanya sudah ga terlalu berasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Kekhawatiran akan segala sesuatu juga jauh berkurang. Bukan berarti hidup saya sempurna banget. Ga juga.

Saya hanya merasa terlalu culas jika menghitung apa-apa yang ga pernah saya dapatkan, sementara banyak hal yang Allah kasih buat saya di tahun ini. Saya menyadari, tahun ini saya lebih banyak menerima.

Menerima banyak berkah
Berkah usia. Panjang umur. Sampai di usia 30 ini. Berkah sehat. Meski tiga bulan lalu sempat di diagnosa suatu penyakit, alhamdulillahnya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Berkah hidup. Ga kurang, ga lebih, hanya cukup. Berkah nafas. Ga sesak. Bisa makan kenyang. Berkah melihat dunia. Lihat matahari terbit dan tenggelam. Cerahnya pantai.

Menerima banyak rejeki
Tahun ini saya bisa memiliki dua kendaraan. Yang pertama anggaplah reward hasil kerja keras saya selama lima tahun belakangan. Dan kedua anggaplah reward untuk diri sendiri dan keluarga. Get promoted also. Rejeki duniawi yang saya yakini ga akan saya bawa mati. Hanya berharap bisa mempermudah bagi yang menggunakan dan merasakan, hingga membawa rejeki untuk yang lainnya nanti.

Menerima banyak doa
Doa panjang usia. Panjang jodoh. Banyak rejeki. Diberkahi. Dilancarkan segala urusan. Doa terbaik yang insya allah datang dari hati yang tulus. Semuanya saya amini. Berharap doa yang sama datang pada mereka yang mendoakan.

Menerima banyak kasih sayang
Tambah keluarga baru. Adik baru. Saudara yang meski ga sedarah tapi saling bahu membahu. Teman lama yang masih terhubung walaupun hanya satu-satu. Kasih ibu, yang ga kenal waktu. Meski seringkali saya kewalahan dengan rentetan pertanyaan beliau.

Menerima banyak ajakan jalan-jalan
Bali. Singapore. Pahawang. Yogyakarta. Keliling Bandung. Keliling Jakarta. Jalan-jalan terencana maupun ga terkira. Meski ada yang sambil kerja. Pasokan jiwa harus tetap terisi sementara. Mau tau kenapa? Biar ga gila!

Menerima banyak pekerjaan
Dalam makna sebenarnya. I mean, kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya. Digital things lagi jadi ratu tahun ini. Efeknya ya PR saya juga makin banyak. Meskipun mulut selalu mengeluh, tapi saya bersyukur masih ada yang dikerjakan. Karena artinya saya masih dipercaya. Ga bengong kaya sapi ompong.

Banyak menerima bikin saya mikir. Duh, memang saya sebaik itu apa sampai dikasih segitu banyaknya.

Tapi saya percaya, kemudahan ga begitu saja datang tanpa kesulitan. Apa-apa yang kamu terima hingga detik ini, mungkin saja akumulasi daripada kerja keras, doa, dan pengharapan kamu dan orang-orang terdekatmu selama setahun kebelakang.

Dan terima kasih untuk kamu. Yang mendorong saya dari belakang. Yang mendoakan saya secara diam-diam. Yang tetap bersama meski kamu tau badai bisa kapan saja menghadang. Harapan saya, semoga tahun depan bisa lebih banyak memberi. Itu saja.

Jadi, apa yang sudah kamu terima setahun belakangan ini? Share di kolom komentar ya.

Monday, October 17, 2016

Bersih-Bersih

Keasikan pake greader, jadi aja ga pernah ngecek blogroll di blogger. Baru sadarnya hari ini, pas cek blogroll kok yang muncul dia-lagi-dia-lagi, padahal di greader saya banyak blogger yang update tulisannya belum dibaca.

Jadilah hari ini saya bersih-bersih blog, sekaligus menata suasana hati. Ternyata, banyak blogger yang tulisannya saya suka tapi udah ga aktif. Ada yang blognya di private, di delete, pindah ke platform blog lain, bahkan ganti domain.

Kalau ganti domain sih gampang ya, saya tinggal googling nama dia dan follow lagi. Kalau di private, yauda aja pasrah, mungkin buat dia saat ini blog layaknya buku diary yang dikunci, cukup tau aja. Kalau di delete ini yang susah, udamah googling ga nemu terus asa tulisannya masih kebayang-bayang tea. Yaudah aja inimah juga mudu diikhlasin lahir batin.

Jalan lainnya, coba blogwalking cari bacaan baru yang lebih menyayat hati. Hahaha. Kalau jaman ngeblog booming tahun 2008-an saya lebih suka baca tulisan yang menghibur hati, kali ini menyayat hati aja. Ini efek T sih, tua!

Ini ada beberapa blog yang rajin saya baca, tapi ga pernah ninggalin jejak. Haha.

Blog punya Mba Leija *sokakrab* ini seru! Awalnya beberapa tahun lalu saya ga sengaja baca blog beliau mengenai persiapan pernikahan adat Bugis yang mewah dan colourful --saya suka banget tone warnanya. Terus nagih dan follow lah blog yang ini. Saya suka the way she tell something. Sederhana, fun, dan memberikan perspektif baru aja untuk saya.

Nah blog Tirta ini rajin bacanya baru-baru aja sih, padahal follow udah lumayan lama. Dan sekarang ini saya lagi rajin bacain ask.fm dia. Kalau di blognya Tirta terkesan lucu dan romantis, di ask.fm dia terkesan lebih jujur, straight to the point, dan galak. Hahaha. Yaya, kebanyakan main di dunia maya kadang bikin saya kaya psikolog, jadi (sok) tau kepribadian orang.

Pertama kali buka blog Mba Dian apa yang ada dikepala saya? Lucu! Pengen bisa gambar kaya Mba Dian gimana caranya? *mikirkeras* Saya suka senyum-senyum sendiri liat hasil karyanya, terutama gambar binatang yang lucu-lucu. Selain suka menggambar, Mba Dian ini suka korespondensi menggunakan postcard, hal yang jarang banget dilakukan pada era digital saat ini.

Dulu banget saya suka ngikutin blog Mba Tika yang ngebahas soal digital things atau review produk dan event. Sekarang, saya lagi rajin baca #BaladaRana di blog dan facebooknya. Seneng aja baca perkembangan dan tingkah laku anaknya Mba Tika, Rana, yang lucu dari bulan ke bulan. Saya juga jadi belajar banyak dan tau tips-tips mendidik anak.

Saya itu suka banget nonton film --dan tiap abis nonton film selalu lupa jalan ceritanya-- tapi males nyari tau info film baru. Nah movie blogger yang satu ini ngebantu banget dikala pengen nonton film di bioskop, tapi ga tau mau nonton apa. Review filmnya update banget. Review film di blog ini memang personal banget, jadi bisa aja menurut dia filmnya bagus dan menurut saya kebalikannya. Cuma masalah selera, jadi kamu ga usah sewot.

Nah itu dia beberapa blog yang lagi rajin saya baca. Kamu punya referensi blog lain yang seru untuk dibaca?

Thursday, October 6, 2016

Untuk Kamu: Yang Mereka Anggap 'Perempuan Kuat'

Di bawah ini merupakan salah satu karya (versi bahasa indonesia) dari blogger yang saya kagumi, Mba Hanny Kusumawati. Salah satu hal yang menyenangkan dari membaca tulisan seseorang adalah kamu bisa merasakan 'dunia' orang lain tanpa harus mengenalnya.

Kenapa saya suka karya beliau yang ini?

Hmm.. Membaca tulisan ini seperti melihat diri sendiri pada bidang kaca yang luas.

Menghangatkan hati.

Happy reading!

***

Mereka bilang, kamu perempuan kuat.

Karena kamu mandiri, dan terlihat begitu percaya diri melakukan segala sesuatu seorang diri. Karena kamu selalu terlihat baik-baik saja. Karena kamu biasa mengambil alih situasi ketika segala sesuatu bergerak di luar kendali, dan menjadikan segalanya tenang kembali. Karena kamu selalu nampak gigih berusaha mencarikan jalan keluar ketika yang lain berpangku tangan. Karena kamu seringkali menolak uluran tangan dan berkata, "Tak apa, saya bisa melakukannya sendiri." Karena kamu juga sepertinya bahagia dan penuh dalam duniamu sendiri, meski tanpa pasangan.

Mereka bilang, kamu perempuan kuat.

Kamu, yang menunda mengejar mimpimu sendiri untuk memastikan orang-orang di sekitarmu bisa menggapai mimpi mereka. Kamu, yang memastikan semua orang makan terlebih dahulu, lalu menyantap apa yang tersisa di atas meja. Kamu, yang selalu mempersilakan orang-orang riuh-rendah sebelum akhirnya mulai berbicara. Kamu, yang hanya akan menangis ketika tak ada orang yang melihat.
KAMU, YANG SELALU MENGALAH DALAM SEBUAH HUBUNGAN KARENA MEREKA BERKATA, "AKU TAHU, KAMU PEREMPUAN KUAT," --SEAKAN-AKAN MENJADI PEREMPUAN KUAT MEMBUATMU IMUN DARI PATAH HATI.
Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang berharap mereka tak melihatmu sebagai perempuan kuat. Kamu berharap bisa beristirahat, karena terkadang hidup terasa begitu melelahkan. Kamu terkadang membayangkan betapa senangnya menjadi pihak yang diperjuangkan, dan bukan menjadi seseorang yang terus-menerus berjuang. Bahwa orang lain akan memanggul beban hidupmu tanpa diminta, dan bukan sebaliknya.

Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang berharap dapat menitikkan air mata ketika sedih, meledak ketika marah, dan mencurahkan isi hati ketika gundah. Ada hari-hari ketika kamu merasa ingin menangis, lalu kau lupa bagaimana caranya--karena sudah begitu lama kamu memaksakan diri tersenyum ketika kamu merasa sedih.

Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang ingin berkata, "Aku menginginkan itu!" dan membiarkan orang lain mengalah untuk memberikan apa yang kamu inginkan. Kamu ingin bisa merajuk dan menjadi sedikit keras-kepala, agar orang lain menuruti kehendakmu, dan bukan sebaliknya.
SESEKALI, KAMU INGIN MENJADI PIHAK YANG MAMPU MENYERAH.
Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang ingin berkata bahwa kamu kesepian. Bahwa setelah menghadapi dunia yang penuh tantangan, kamu ingin pulang pada tangan-tangan yang akan memanjakanmu dengan pelukan. Kamu ingin sesekali dilindungi; berharap kamu juga bisa menjadi sosok rapuh yang akan dihujani perhatian dan kasih-sayang.

Ketika sebuah hubungan menjadi sulit, kamu ingin mendengar, "Aku harus tetap bersamanya, karena aku tak sanggup menyakitinya," dan bukan "Dia tentunya akan baik-baik saja tanpaku, dia perempuan kuat..."

Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, menyandang begitu banyak beban, begitu banyak mimpi, begitu banyak tanggung-jawab di bahumu. Kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, terkadang berpikir, jika bukan kamu yang menjadi kuat--siapa lagi yang bisa menanggung semua ini?
TETAPI, KAMU, YANG MEREKA BILANG PEREMPUAN KUAT --YA, KAMU: KAMU JUGA LAYAK UNTUK BAHAGIA.
Kamu berhak mengambil istirahat sejenak, dan sesekali menjadi sedikit 'egois'. Untuk meminta apa yang kamu inginkan. Untuk berkata, "Bantu aku, aku tak bisa melakukannya sendirian." Untuk membiarkan air matamu jatuh tanpa perlu disaput senyuman. Untuk menjadi seseorang yang dipertahankan--dan bukan yang selalu dilepaskan.

Karena kamu, yang mereka bilang perempuan kuat, sesungguhnya tak selalu sekuat yang mereka kira.

Sunday, September 11, 2016

Perlombaan

Kemarin seharian saya menyebarkan undangan. Bukan saya yang menikah, melainkan adik saya. Beberapa teman dekat pun saya undang. Dengan harapan mereka bisa datang dan ikut berbahagia.

Berbagai macam reaksi saya dapatkan. Mulai dari mendoakan agar acara berjalan lancar. Sampai dengan mendoakan agar saya ikhlas disalip dan dilancarkan jodohnya.

Doa yang baik pasti saya amini.

Tapi pernikahan bukan ajang perlombaan. Berhentilah kamu merasa tau apa yang saya rasa. Mungkin kamu hanya peduli, tapi saya akan lebih senang jika kamu mau bertanya. Apa saya merasa sedih? Apa saya merasa disalip? Apa saya merasa ikhlas? Apa saya merasa baik-baik saja?

Saya berbahagia. Saya pasti orang pertama yang bahagia terhadap apapun yang terjadi di hidup orang-orang terdekat saya.

Saya pun ga merasa disalip atau di dahului. Ini bukan perlombaan yang harus saya menangkan. Setiap orang memiliki fase tersendiri yang harus dilewati.

Ikhlas adalah proses paling rumit untuk dijelaskan. Ketika pertama kali calon adik ipar meminta ijin menikah, ga pernah terpikir hal lain kecuali meng-iya-kan. Saya ga punya alasan apapun untuk menghalangi niat baik seseorang.

Saya percaya bahwa jodoh, rezeki, maut sudah ada yang mengatur. Kamu ga perlu khawatir. Cukup ada disini dan mendoakan yang terbaik.

Wednesday, August 31, 2016

Hidup Itu Lucu

Kalau kamu pernah baca tulisan saya yang ini. Iya, teman saya yang diceritakan itu sudah meninggalkan dunia. Tepat menjelang tengah malam. Dia berjuang sekuat tenaga sampai dengan kemarin malam. Pada akhirnya, Allah lebih sayang sama dia.

Sampai dengan detik ini saya nulis, masih kebayang-bayang ketawanya dia. Kebayang dia suka pakai jaket pink dan naik motor pink. Kebayang saya pernah nebeng pulang. Kebayang betapa seringnya dia jatuh ketika naik motor. Kebayang betapa sukanya dia nonton film, terutama yang tokoh pria nya gagah. Kebayang waktu saya bantu dia bikinin pekerjaan rumah anaknya. Kebayang betapa ga sukanya dia pakai daleman jilbab dan anak rambutnya awur-awuran. Kebayang ketika saya dan teman kantor jenguk dia di rumah sakit hari jumat lalu, wajahnya masih segar bahkan sempat minta maaf dan menjawab beberapa pertanyaan kami yang ga ada habisnya. Katanya orang baik akan pergi lebih dahulu, karena amal baiknya udah cukup untuk bekal di akhirat.

Hahaha. Hidup itu lucu yah. Saat ini saya bisa merasa punya harapan, sedetik kemudian harapan itu jatuh berhamburan. Pada akhirnya saya hanya bisa menertawakan. Kelucuan yang datang dari sebuah keresahan sebenarnya. Keresahan akan hari esok yang ga bisa saya bayangkan. Tapi hari ini saya bisa berkaca dan mengulang mantra yang diajarkan mama enam belas tahun lalu, "bersyukur karena kamu masih diberi kesempatan memperbaiki diri hari ini, cukupkan bekalmu untuk hari esok".

Monday, August 29, 2016

Eat

Pertama kali denger lagu ini waktu dicover sama Lee Sung Kyung di sini. Terus lama-lama dengerin kok lucu juga. Haha. Iya, saya segampang itu suka sama sebuah lagu. Enjoy the song!


Hey
It's not easy, huh?
I know you're busy
You wonder why you have to come this far
They want so much (i know)

You must want a break
It's all so loud
All so annoying, right?
I bet you want to go home
(even when you're home)
I bet you do

At such time, take out this song
Enjoy it like a piece of chocolate
Make sure you eat your meals even if you're tired
Then i'll compliment you later

I miss you
I like you a lot
I want to hug you more often
I feel something like love for you
Maybe i really do love you

When you feel hungry, take out this song
Eat it like morning apple
Make sure you eat your meals even if you're tired
Then you'll be able to sleep better at night

I'm worn out
By your beauty

Please notice me
Please don't let me pass by
Please love me
Don't let go